Siswa Sajira Belajar di Tenda Darurat

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 23 Januari 2020 - 14:57:44 WIB   |  dibaca: 168 kali
Siswa Sajira Belajar di Tenda Darurat

DARURAT : Siswa SDN 1 Sajira belajar di tenda darurat bantuan Kemendikbud di Kampung Sajira Barat, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Rabu (22/1).

LEBAK, BANTEN RAYA - Siswa SDN 1 Sajira di Kampung Sajira Barat, Kecamatan Sajira masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda darurat. "Siswa SDN 1 Sajira belajar di tenda darurat karena akses sekolah terputus. Karena putusnya jembatan permanen," kata Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Abdul Waseh kepada Banten Raya, Rabu (22/1).

Lebih lanjut Waseh mengatakan, kegiatan KBM di tenda darurat bersifat sementara lantaran belum tersedianya akses jalan penghubung yang aman untuk menyeberangi Sungai Ciberang. "Jadi proses KBM dilangsungkan di tenda darurat. Berjalan aman dan lancar," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lebak Wawan Ruswandi menuturkan, jumlah SD yang terkena dampak bencana sebanyak enam sekolah. "SDN 2 Banjaririgasi, delapan ruang hanyut. Solusi KBM sementara di MI dan Majelis Taklim," katanya.

Wawan mengungkapkan, di SDN 1 Banjaririgasi, kantin, pagar belakang dan taman sekolah rusak berat. Lalu SDN 2 Ciladaeun, empat kelas amblas. "SDN 1 Banjarsari longsor tidak bisa ditempati, siswanya ada dipengungsian. SDN 1 Mayak, Curugbitung, proses belajar sudah normal, dan SDN 1 Lebaksangka, sekolah terisolir dan siswa mengungsi tersebar dan belajar dititipkan di beberapa sekolah karena kondisi tekstur tanah rawan longsor," katanya.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan, SMP yang terkena dampak ada tiga sekolah. Yaitu SMPN 1 Lebak Gedong sebanyak lima ruang kena longsor, SMPN 2 Lebak Gedong, dan SMPN 4 Lebak Gedong, sebanyak 6 ruang kelas, 1 ruang kantor, ruang guru, toilet, 1 ruang perpustakaan. "Untuk SMPN 4 Lebak Gedong nilai kerugian sebesar Rp 2,5 miliar berdasar hasil rekapitulasi sementara. Sekolah lain masih penghitungan termasuk 8 sekolah PAUD," katanya.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI (BBPJN VI) Hari Suko Setiono mengatakan, pihaknya siap mengambil alih semua jembatan gantung terdampak musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang belum ditangani oleh CSR di Kabupaten Lebak.

"Kami sudah melakukan inventarisasi dan juga survei, dari 26 jembatan ini 8 di antaranya masuk ke dalam genangan waduk Karian, kemudian 5 jembatan gantung sudah disepakati ditangani CSR. Maka sisanya ada 13 jembatan lagi, dan ini semuanya akan kami rehab, akan kami yang tangani ini semua," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook