Dibangun Miliaran, Depo Sampah Belum Berfungsi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 12:56:45 WIB   |  dibaca: 89 kali
Dibangun Miliaran, Depo Sampah Belum Berfungsi

TIDAK BERFUNGSI : Pengendara melintas di jalan depan bangunan depo sampah yang tertutup di Lingkungan Kaligandu, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta, Selasa (27/1).

CILEGON, BANTEN RAYA – Sejak selesai dibangun pada awal Desember 2019, depo sampah di Jalan Kaligandu, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta belum berfungsi. Kabarnya, depo yang dibangun dengan dana kurang lebih Rp1,4 miliar itu akan dialihfungsikan karena pembangunannya ditolak warga.

Selain di Kaligandu, depo sampah yang ada di Lingkungan Sondol, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil juga terlihat sepi dari aktivitas. Bangunan yang dibangun pada 2017 yang menghabiskan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

Berdasarkan pantauan Banten Raya, bangunan depo sampah di Kaligandu yang memiliki ukuran kurang lebih 20 kali 10 meter per segi tersebut masih kosong. Depo sampah itu dibuat untuk penampungan sementara sampah dari pemukiman warga sebelum dikirim ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).

Ketua RT 10/04 Lingkungan Kaligandu, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta, Aswari menjelaskan, sejak awal warga sudah menolak bangunan tersebut.Namun, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon tetap memaksakan untuk membangun dengan alasan anggaran pembangunan harus terserap.“Tidak akan ada depo sampah. Sebab, warga menolak dan ketika pembangunan selesai akan dialihfungsikan,” katanya kepada Banten Raya, Senin (27/1).

Aswari menjelaskan, berdasarkan kesepakatan antara DLH, kecamatan, kelurahan dan warga, bangunan depo tersebut akan dialihfungsikan menjadi balai warga. Hal itu tertuang dalam kesepakatan yang sudah ditandatangani semua pihak.

Aswari menyatakan, adanya pembangunan depo sampah tersebut dilakukan langsung oleh DLH Kota Cilegon. Pada saat pembangunan menurut perwakilan DLH Kota Cilegon yang penting berdiri bangunan. Sebab, sudah dianggarkan dan harus berdiri bangunannya, setelahnya baru bisa dialihfungsikan. “Itu berdasarkan DLH sendiri yang meminta bangunan tetap ada karena anggaran harus terserap, nantinya bisa dialihfungsikan,” imbuhnya.

Aswari menjelaskan, sampai saat ini warga masih menunggu realisasi dari kesepakatan tersebut. Pasalnya sejak bangunan jadi pada Desember 2019 pihak DLH Kota Cilegon belum memberikan kunci bangunan kepada warga untuk mengelolanya.“Kami masih menunggu apa yang menjadi kesepakatan awal. Sampai sekarang bangunan sudah jadi, namun DLH belum memberikan kuncinya,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Warga Lingkungan Kaligandu, Komarudin. Kata dia, warga menyayangkan janji dari DLH Kota Cilegon yang belum direalisasikan. Padahal, pihaknya sudah berkoordinasi beberapa kali untuk meminta kunci dan pengelolaan bangunan tersebut.“Sudah kami minta. Ini berdasarkan kesepakatan jika dikelola warga dan tidak menjadi depo sampah,” ujarnya.

Sementara itu, depo sampah di Lingkungan Sondol, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil juga tidak berfungsi secara maksimal.“Nyaris tidak ada kegiatan di bangunan itu, paling hanya ada satu kontainer sampah dan itu juga jarang dibuang,” ungkap Udin, pemilik warung tidak jauh dari bangunan depo sampah itu.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada DLH Kota Cilegon, Mochammad Teddy Soeganda saat dikonfirmasi Banten Raya tidak memberikan jawaban. Pesan singkat melalui whats app (WA) yang dikirim tidak dibaca meskipun telah diterima. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook