Komisi I Rekomendasikan 115 Waralaba Ditutup

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 13:01:58 WIB   |  dibaca: 41 kali
Komisi I Rekomendasikan 115 Waralaba Ditutup

RAPAT DENGAR PENDAPAT : Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPRD Kota Cilegon dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cilegon, Senin (27/1).

CILEGON. BANTEN RAYA - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon menggelar rapat dengar pendapat tentang waralaba yang tak berizin di Kota Cilegon, Senin (27/1).Komisi I merekomendasikan penutupan 115 waralaba yang tak berizin.

Pantauan Banten Raya, rapat dengar pendapat itu dihadiri oleh pejabat dari tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Satuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon, Hasbudin mengatakan, hasil rapat dengar pendapat, pihaknya mendapatkan data adanya 115 waralaba di Cilegon belum memiliki izin. Jumlah tersebut total dari keseluruhan waralaba yang ada di Kota Cilegon sebanyak 158. Sedangkan 43 waralaba sudah mengantongi izin. “Jadi lebih banyak yang belum punya izin. Padahal rata-rata waralaba di Cilegon telah berdiri cukup lama,” kata Hasbudin, kemarin.

Dikatakan Hasbudin, keberadaan waralaba tersebut sangat berpengaruh terhadap usaha mikro kecil yang ada di Cilegon. Bahkan, banyak warung kecil milik warga yang harus gulung tikar akibat menjamurnya waralaba.

Selain itu, hadirnya waralaba juga tidak berdampak positifi terhadap pemerintah dari sisi pendapatan retribusi karena sebagian besar belum memiliki izin. “Seperti waralaba harusnya kan ada retribusi IMB (Izin Mendirikan Bangunan), reklame, SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), SITU (Surat Izin Tempat Usaha), nah ini kan tidak ada pemasukan untuk pemerintah. Makanya saya rekomendasikan ditutup kepada OPD. Teknis penutupan itu di OPD,” tegas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Cilegon, Abadiah mengungkapkan, sampai saat ini tercatat ada 158 waralaba di Kota Cilegon, 43 waralaba sudah memiliki izin, 55 baru direkomendasikan dan sisanya 60 belum berizin.

Terkait rekomendasikan Komisi I yang menginginkan adanya penutupan, akan segera ditindaklanjuti pihaknya. Menurutnya, untuk penutupan ada mekanisme yang ditempuh.
 “Kita akan panggil dulu para pemilik waralaba ini. Kita berikan teguran, untuk mengurus izin. Kalau memang ada teguran sampai tiga kali tidak diindahkan, baru kita melakukan penutupan. Penutupan kita juga harus dengan Dinas Satpol PP,” tuturnya.

Abadiah mengaku akan segera melakukan penyisiran bersama pemerintah kecamatan untuk pendataan waralaba yang belum mengantongi izin, sehingga mereka segera diminta untuk mengurus perizinan secepatnya. “Jika memang masih ditemui waralaba yang tak berizin tetap beroperasi akan kita tutup,” tuturnya.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengatakan, terkait eksekusi penutupan waralaba, pihaknya menunggu surat rekomendasi dari Disperindag Kota Cilegon. “Intinya kita siap melakukan penutupan, tetapi ada prosedur yang harus dilalui. Kita hanya eksekutor, rekomendasi adanya dari Disperindag,” jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook