Pakai Teman Berlatih Demi Medali Emas

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 13:16:09 WIB   |  dibaca: 39 kali
Pakai Teman Berlatih Demi Medali Emas

KONSENTRASI : Atlet catur Banten berlatih untuk mempersiapkan diri guna menghadapi PON Papua dalam waktu dekat ini.

TANGERANG, BANTEN RAYA -  Persiapan cabor catur menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua semakin serius. Meski hanya meloloskan satu pecatur yakni Dany Juswanto namun Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Banten menyimpan asa untuk meraih medali emas di Bumi Cendrawasih, julukan Papua, tahun ini."Ya, walau hanya meloloskan Pak Dany di kategori veteran tapi kami optimis beliau bisa berprestasi lebih baik di PON.

Apalagi di kategori yang beliau mainkan ada tiga medali emas diperebutkan, dengan capaian medali perunggu saat Pra PON kami berharap bisa meraih medali emas dari tiga nomor yang dilombakan," ujar Amin Lukman Ketua Pengprov Percasi Banten.

Lebih jauh dikemukakan Amin sejauh ini untuk mewujudkan harapan organisasi pimmpinannya, Dany telah menjalani latihan rutin sejak lolos November lalu. Dan itu sudah dioptimalkan sejak Januari ini menjadi sepekan tiga kali.

Dimana setiap akhir bulan latihan yang dijalani Dany dilakukan dengan program latih tanding dengan sekondan (teman berlatih) pecatur berlebel Master Internasional (MI) dan Grand Master (GM) yang didatangkan ke Tangerang.

Dan jumlah latih tanding dengan MI dan GM akan ditingkatkan saat memasuki Maret nanti hingga jelang keberangkatan ke PON. Ini dibutuhkan, ungkap Amin  untuk semakin mengasah kemampuan Dany agar lebih maksimal lagi.

Hal tersebut diamini Dudi Darmadi, Manajer catur Banten yang menyatakan program latihan Dany memang dititikberatkan pada latih tanding. Karena secara kualitas kemampuan Dany sudah di level pelatih buat para pecatur."Jadi sulit buat kita menyediakan pelatih yang kemampuannya di atas pak Dany, karena meski dia melakukan kesalahan dalam latihan ibarat tersesat dia tahu tersesat dan tahu belokan mana untuk kembali ke jalan yang tepat untuk meraih kemenangan," beber Dudi.

Oleh karena itu pihaknya lebih memilih mencarikan sekondan untuk mengasah dan membiasakan Dany dalam menambah solusi saat menghadapi kendala saat pertandingan. "Sejauh ini Pak Dany berlatih rutin di Universitas Gunadarma, dimana disana dia bisa mendapat lawan-lawan yang variatif dan berbagai karakter lawan. Dan pada akhir pekan setiap bulannya kita siapkan sekondan pecatur dengan predikat MI dan GM, sebagai wadah evaluasi buat Pak Dany," kata Dudi.

Sejauh ini lanjut Dudi, kendala yang dihadapi pihaknya adalah masalah dana menghadirkan pecatur MI dan GM ke Tangerang. Agar sekondan tersebut mau hadir di Tangerang, pihaknya memberikan pengganti transport.

"Untuk mendatangkan sekondan dengan gelar MI dan GM biayanya paling minim Rp 1 juta, makanya untuk Januari ini kita masih pakai sekondan lokal dulu yaitu pak Yoseph Rudijanto Majella. Ini terkait pendanaan yang masih memakai dana dari Pengprov," tukasnya. (rbnn/hendra)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook