Jembatan Merah Permudah Aktivitas Warga

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 14:49:36 WIB   |  dibaca: 36 kali
Jembatan Merah Permudah Aktivitas Warga

BANTU WARGA : Jembatan merah penyeberangan yang menghubungkan Pontang-Legon sudah mulai dimanfaatkan oleh warga untuk melakukan aktivitas sehari-hari, Senin (27/1).

SERANG, BANTEN RAYA – Keberadaan jembatan merah penyeberangan yang menghubungkan Desa Pontang, Kecamatan Pontang dengan Desa Pontang Legon, Kecamatan Tirtayasa diakui sangat membantu aktivitas warga sekitar. Jembatan sepanjang kurang lebih 20 meter tersebut baru selesai dibangun pada Desember akhir tahun lalu oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian.

Sahrial, warga Desa Pontang, Kecamatan Pontang mengatakan, pembangunan jembatan dilakukan bersamaan dengan normalisasi sungai Ciujung lama atau kali mati. “Yang membangun yang menormalisasi sungai ini (kali mati-red), paling baru beres sekitar satu bulanan. Jembatan merah ini sangat membantu warga terutama anak-anak sekolah dari Pontang Legon yang sekolah ke Pontang,” kata Sahrial, Senin (27/1).

Menurut pria penjual perabotan rumah tangga itu, sebelum ada jembatan, anak-anak sekolah dari Desa Legon Pontang ke Desa Pontang untuk sampai ke sekolah harus berputar terlebih dahulu. “Biasanya anak-anak dari Pontang Legon kalau ke sekolah dianterin sama orangtuanya pakai motor, ada juga yang bawa sepeda. Tapi sejak ada jembatan merah ini anak-anak lewat jembatan saja,” ujarnya.

Selain mempermudah mobilitas anak-anak sekolah, Sahrial juga mengatakan, keberadaan jembatan merah membantu warga dari Desa Legon Pontang yang akan ke Pasar Pontang. “Mungkin kalau kemarin-kemarin ada biaya yang dikeluarin untuk ongkos ojek, tapi sekarang bisa berkurang ongkosnya karena bisa naik motor dari sini (Pontang-red). Biasanya kan langsung dari rumah, sekarang nyebrang dulu terus naik ojek,”  tuturnya.

Hal yang sama diungkapkan Muslimah, warga Desa Potang Legon yang merasa terbantu dengan keberadaan jembatan merah penyeberangan tersebut. “Alhamdulillah sekarang enggak khawatir lagi karena anak saya ke sekolah enggak bawa sepeda lagi, kalau sebelum ada jembatan biasanya bawa sepeda, khawatir saja takut kenapa-kenapa. Biasanya juga jembatan ini dipakai untuk foto-foto anak-anak muda,” katanya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook