Lulusan SD Harus Miliki Ijazah Madrasyah Diniyah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 14:58:52 WIB   |  dibaca: 33 kali
Lulusan SD Harus Miliki Ijazah Madrasyah Diniyah

RAPAT PARIPURNA: Walikota Serang Syafrudin menghadiri rapat paripurna jawaban fraksi-fraksi terhadap pendapat Walikota Serang atas raperda usul DPRD, Senin (27/1).

SERANG, BANTEN RAYA- DPRD Kota Serang akan mengusulkan agar anak yang akan melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus memiliki ijazah madrasayah diniyah (MD). Hal itu agar tidak ada lagi masyarakat yang buta huruf alquran.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Serang Mukhtar Effendi, setelah rapat paripurna tanggapan/jawaban fraksi-fraksi DPRD terhadap pendapat Walikota Serang atas raperda usul DPRD Kota Serang dan pembentukan pansus DPRD Kota Serang, di gedung DPRD Kota Serang, Senin (27/1).

Raperda tersebut yaitu perubahan atas perda nomor 1 tahun 2010 tentang wajib belajar pendidikan diniyah, dan perubahan perda nomor 10 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah. “Kita ingin ada pengawalan yang jelas, jangan ada siswa masuk SMP tidak diperkuat adanya ijazah madrasah diniyah. Artinya harus punya ijazah atau surat kelulusan. Jadi terintergrasi, dan lebih teruji, kan itu yang terpenting pemberantasan buta huruf Al-Quran, dengan kearifan lokal di Kota Serang,” ujar Mukhtar kepada awak media.

Mukhtar yang ditunjuk sebagai ketua pansus mengaku bahwa raperda tersebut nantinya tidak akan mentok dalam pendidikan madrasah diniyah saja, melainkan seluruh aktivitas keagamaan, sehingga masyarakat dapat mengeti bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya di madrasah diniyah saja.“Ini banyak juga masukkan dari masyarakat, dan harus kita evaluasi, banyak yang belum maksimal yang perlu kita perbaiki,” katanya.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, pada dasarnya DPRD Kota Serang menginginkan sama dengan Pemkot Serang, yakni adanya perubahan perda nomor 1 tahun 2010 tentang wajib belajar pendidikan diniyah.“Akan kita buat perda baru. Secara teknis uraiannya nanti setelah pansus terbentuk. Untuk spesifiknya saya kira kita sama-sama kita sepakati dulu, dengan DPRD. Apa saja yang akan dimunculkan dalam perda diniyah ini, apakah pendidikan agama dalam pesantren atau madrasah. Ini dalam pembahasan,” ujarnya.

Untuk spesifikasinya, lanjut dia, perda nomor 1 tahun 2010 ini lebih ke teknis. “Iya lebih ke teknisnya. Ijazah MD wajib. Iya umpanya mau masuk SD harus punya ijazah harus punya pendidikan diniyah. Atau harus bisa membaca alquran,” katanya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook