Pedagang Karangantu Ngadu ke Ketua Dewan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 15:02:00 WIB   |  dibaca: 70 kali
Pedagang Karangantu Ngadu ke Ketua Dewan

AUDIENSI: Budi Rustandi (kanan) saat menerima para pedagang Pasar Karangantu yang mengadu di ruangannya, Senin (27/1). Pada pedagang ini menolak rencana relokasi pasar.

SERANG, BANTEN RAYA- Sejumlah pedagang Pasar Karangantu yang mengatasnamakan diri Paguyuban Pedagang Pasar Karangantu mengaku ke Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi di ruangan kerjanya di DPRD, Senin (27/1). Mereka menyatakan menolak relokasi pedagang ke pasar yang baru dan meminta petunjuk dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Serang itu.

Ulfi, salah seorang tokoh Pasar Karangantu mengatakan, sebagai pedagang Pasar Karangantu dirinya resah dengan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Serang yang akan memindahkan semua pedagang dari Pasar Karangantu ke pasar baru di Kampung Jenggot, Kalurahan Margaluyu.“Kami kebingungan karena tidak pernah tahu seperti apa relokasi itu. Kami tidak pernah diajak bicara,” kata Ulfi.

Rencananya, relokasi akan dilakukan pada 31 Januari mendatang. Ulfi mengatakan, karena tidak pernah diajak bicara oleh pemda ia mengaku tidak memiliki persiapan. Karena itu ia dan pedagang lain menyatakan akan menolak relokasi meski akan mendapatkan pemaksaan oleh pemda.“Karena kami punya wakil rakyat makanya kami ngadu ke sini,” katanya.

Ulfi mengungkapkan, ada sejumlah alasan mengapa pedagang Pasar Karangantu menolak relokasi. Mereka menilai pasar yang baru sepi karena jauh dari destinasi wisata Banten Lama. Selain itu lokasinya juga jauh dari Pelabuhan Karangantu. Padahal, selama ini para pedagang hidup dari para nelayan yang datang ke Karangantu, baik yang berasal dari Pulau Panjang, Pulau Seribu, Bangka Belitung, dan daerah jauh lain.“Kalau dibangun pasar baru mestinya tidak jauh-jauh dari pelabuhan,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Karangantu Kusnadi mengatakan, saat ini jumlah pedagang di Karangantu berkisar 250-300 orang. Mereka memiliki kios di pasar tersebut namun tidak pernah diajak musyawarah. Beberapa pedagang malah tidak mendapatkan jatah kios di pasar yang baru. Karena itu para pedagang menolak relokasi.“Kalau mau jangan relokasi tapi renovasi Pasar Karangantu,” kata Kusnadi.

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan bahwa solusi agar aspirasi pedagang tertampung dan rencana pemerintah daerah berjalan yaitu dengan memindahkan pedagang kaki lima yang tidak memiliki kios di Pasar Karangantu ke pasar yang baru. Sementara pedagang yang sudah memiliki kios di Karangantu biarkan tetap di situ.

Agar Pasar Karangantu lebih rapi, maka perlu dilakukan renovasi pasar.“Karangantu itu zona merah narkoba menurut Polres Serang. Saya khawatir kalau Pasar Karangantu dijadikan taman akan dijadikan tempat maksiat,” katanya.

Bila usulan yang dimilikinya itu disetujui oleh kepala daerah, maka detail engineering design (DED) renovasi Pasar Karangantu bisa diajukan di APBD perubahan nanti. Budi menyebut mempertahankan keberadaan Pasar Karangantu merupakan upaya agar sejarah yang ada tidak hilang.“Tidak masalah akan ada dua pasar di Kasemen,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Serang Tb M Suherman yang hadir dalam pertemuan mengaku keputusan tentang relokasi pedagang ada di tangan kepala dinas. Ia sendiri hadir hanya untuk menyaksikan dan mencatat aspirasi yang disampaikan para pedagang. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook