Banjir, Tol Cilegon Barat Ditutup 2 Jam

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 Januari 2020 - 15:42:02 WIB   |  dibaca: 99 kali
Banjir, Tol Cilegon Barat Ditutup 2 Jam

CARI SOLUSI : Walikota Cilegon Edi Ariadi meninjau banjir di Lingkungan Ciora, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Senin (27/1). Tak jauh dari lokasi tersebut, di Pintu Tol Cilegon Barat juga turut terendam yang mengakibatkan lalu lintas lumpuh dua jam.

CILEGON, BANTEN RAYA - Pintu Tol Cilegon Barat sempat ditutup selama dua jam akibat banjir. Lalu lintas kendaraan yang hendak melalui Pintu Tol Cilegon Barat dialihkan ke Pintu Tol Merak. Peristiwa tersebut sempat membuat lumpuh akses Tol Cilegon Barat.

Pantauan Banten Raya, Senin (27/1), Pintu Tol Cilegon Barat sempat ditutup sekitar pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.45 WIB. Setelah peristiwa tersebut, Walikota Cilegon Edi Ariadi beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Cilegon terjun ke lokasi. Ditemukannya penyempitan saluran air dari jalan tol yang diduga menyebabkan banjir.

Bukan hanya merendam akses Tol Cilegon Barat, banjir juga terlihat merendam pemukiman penduduk di Lingkungan Ciore, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Banjir juga terjadi di beberapa wilayah lainnya seperti di Jalan Pabean-Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta. Akibatnya banyak kendaraan yang mogok.

Warga Lingkungan Ciora, Imam Gojali mengatakan, hujan mengguyur wilayah Ciora sejak dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Sekitar pukul 05.00 WIB, hujan deras masih terjadi dan air mulai menutup badan jalan.

Setelah dilihat oleh warga, ternyata terjadi penyempitan gorong-gorong di drainase jalan tol. “Ini banjir karena penyempitan gorong-gorong milik tol,” kata Imam. Banjir kali ini, kata Imam, merupakan yang terparah yang terjadi. “Memang sering banjir, tetapi tidak setinggi ini,” kata Imam.

Adnan, warga mengatakan, banjir merendam rumahnya hingga satu meter. “Kulkas saya saja di dalam rumah sampai jatuh. Airnya deras, mobil juga ada yang keseret beberapa meter,” tuturnya.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, penyebab utama terjadinya banjir adalah keberadaan Jalan Tol Cilegon Barat yang telah menutup salah satu aliran sungai, sehingga mengakibatkan banjir di Kecamatan Grogol Kota Cilegon.

Terkait hal itu Edi mengaku masyarakat sudah lama memohon kepada pengelola tol agar dapat memberikan solusi atas aliran sungai. Sehingga pada saat turun hujan tidak terjadi banjir di Kecamatan Grogol. "Pengelola tol sudah memberikan solusi dengan membuat drainase. Namun solusi itu tidak berpengaruh signifikan untuk menahan banjir. Saya pantau langsung ini kan. Gorong-gorong sempit,” ujar saat ditemui di Lingkungan Ciora.

Edi menjelaskan, pihaknya telah meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak lainya agar dapat bersama sama memberikan solusi. “Kita perlu dukungan semua stakeholder,” tuturnya.

Edi menambahkan, banjir tersebut juga diakuinya akibat permasalahan dari hulu yang lahan hijaunya mulai berkurang. “Seperti proyek JLU (Jalan Lingkar Utara) yang tidak jauh dari sini itu lahan hijaunya jadi kurang, tapi itu, itu solusinya kami minta DPUTR untuk membuat drainase JLU yang lebar, biar tidak banjir,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Erwin Harahap mengatakan, banjir yang terjadi kemarin tersebar di 11 titik yang merendam puluhan rumah warga. Banjir ada di Jalan Akses Tol Cilegon Barat, Jalan Samangraya Komplek Perumahan Krakatau Steel, Lingkungan Kubang Lampit dan Kedawung Tegal Bunder, Perumahan Puri Krakatau Hijau, Komplek Arga Baja Pura, Lingkungan Cipinang Grogol, Lingkungan Ciora Kawista, Asem Gedong Rawa Arum, Lingkungan Makam Maja Rawa Arum, dan Lingkungan Tegal Wangi Rawa Arum.

“Sementara untuk longsor ada di tiga titik yaitu di Lingkungan Kwiste Gerem terdapat dua titik, serta satunya di Lingkungan Talang Gerem. Akibat banjir dan longsor tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Kepala Divisi Hukum & Humas PT Marga Mandalasakti Indah Permanasari mengatakan, curah hujan yang tinggi dan durasi yang lama menyebabkan terjadinya genangan di akses masuk Gerbang Tol Cilegon Barat. Petugas Astra Tol Tangerang-Merak bersama Polisi Jalan Raya (PJR) melakukan pengalihan lalu lintas ke gerbang Tol Merak sejak pukul 06.30 sampai dengan 08.45 WIB. Setelah itu gerbang Tol Cilegon Barat kembali normal dan sudah bisa dilalui seperti sedia kala.

“Adapun langkah yang dilakukan petugas kami adalah,  segera melakukan pembersihan saluran air yang sempat tersumbat karena adanya aliran sampah dari kawasan sekitar,” urainya.
Ia menjelaskan, saluran air jalan tol sesuai regulasi hanya dirancang untuk menampung dan menyalurkan air dari badan jalan tol saja, bukan untuk menampung dan mendistribusikan air dari kawasan sekitar jalan tol. Sejak tahun 2010 Astra Tol Tangerang-Merak telah mengkaji ulang sistem drainase di sepanjang jalan Tol Tangerang-Merak dan melakukan peningkatan sesuai hasil kajian konsultan independen.

“Sesuai dengan regulasi bahwa drainase jalan tol hanya dirancang untuk menampung dan menyalurkan air dari badan jalan tol saja, bukan untuk menampung dan mendistribusikan air dari kawasan sekitar jalan tol. Hal ini pun sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Uumum Nomor 19/PRT/M/2011 tentang Persyaratan Teknis Jalan Dan Kriteria Perencanaan Teknis Jalan pada pasal 21 dan 23 terkait Bangunan Pelengkap Jalan Sebagai Pendukung Konstruksi Jalan Pedoman Perencanaan Sistem Drainase Jalan,” jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook