Dua Maling dan Penadah Kabel Listrik Dibekuk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 12:10:17 WIB   |  dibaca: 176 kali
Dua Maling dan Penadah Kabel Listrik Dibekuk

BARANG BUKTI : Kapolres AKBP Yudhis Wibisana dan jajarannya menunjukkan barang bukti, Selasa (28/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon membekuk tiga tersangka pencuri kabel listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).Ketiga tersangka adalah Faturohman (35), dan Hafidin (32), keduanya warga Cilegon, serta penadahnya, Muzam (32), warga asal Madura.

Polisi masih memburu dua tersangka sebagai otak pelakunya.Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, penangkapan tersangka dilakukan oleh Tim Satreskrim Polres Cilegon pada Selasa (14/1). Penangkapan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari PLN Cilegon terkait adanya kabel pada gardu listrik yang hilang pada Kamis (9/1).

“Kita mendapat laporan kehilangan kabel listrik dari PLN, terus kita tindaklanjuti dan empat hari kemudian berhasil kita bekuk tiga pelaku,” kata Yudhis ditemui saat press rilis di Mapolres Cilegon, Selasa (28/1).

Yudhis menjelaskan, kabel listrik yang dicuri itu dari gardu listrik yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) II, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Dari lokasi tersebut, para tersangka memotong kabel jenis NYY milik PLN Cilegon sepanjang sekitar 40 meter. “Ini tindakan yang merugikan negara,” tuturnya.

Dikatakan Yudhis, selain tiga tersangka yang telah diamankan tersebut, dua orang tersangka berinisial MY dan KL masih buron dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). “Dua orang yang masih DPO ini pelaku utama, yang berperan menentukan titik gardu PLN yang akan dicuri kabelnya. Kitga masih terus melakukan pengembangan,” kata Mantan Kapolres Belitung ini.

Yudhis menjelaskan, barang bukti yang diamankan dari kasus tersebut, yaitu tembaga kabel seberat 50 kilogram, linggis, alat pemotong kabel, timbangan, dan mobil Toyota Kijang Capsul yang digunakan untuk mengangkut barang hasil curian.

“Jadi, dari kabel itu, kulitnya dikupas lalu dibuang, hanya tembaganya saja yang dijual ke penadah,” tuturnya.Menurut Yudhis, dari kabel sepanjang 40 meter yang hilang, PLN Cilegon mengalami kerugian Rp 10 juta. "Per kilogram itu mereka menjualnya sekitar Rp 70 ribu,” terangnya.

Akibat perbuatannya, tiga tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “Kita masih terus melakukan pengembangan, kalau memang penadah ada keterlibatan bisa disematkan pasal berlapis,” ujarnya.

Pejabat Pelaksana Keselamatan 20 Kasus Pencurian Kabel Kesehatan Kerja Keamanan dan Lingkungan pada PLN Cilegon, Widyas Haryadi mengatakan, sepanjang 2019, pihaknya kehilangan kabel di 20 titik gardu listrik yang berbeda. Dari total angka kehilangan tersebut, kerugian yang diterima PLN Cilegon akibat pencurian tersebut sekitar Rp 200 juta dalam setahun. “Itu juga membuat pelayanan kita terganggu, membuat listrik padam,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap pelaku bisa dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku. “Semoga dengan ketangkapnya pelaku ini tidak ada lagi pencurian kabel listrik PLN, bukan hanya PLN yang dirugikan tetapi masyarakat juga,” pungkasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook