Banyak Beras Kemasan Tak Terdaftar Dijual

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 12:13:46 WIB   |  dibaca: 115 kali
Banyak Beras Kemasan Tak Terdaftar Dijual

AMBIL SAMPEL : Petugas DKP Provinsi Banten mengambil sampel beras saat monitoring beras kemasan di Pasar Baru Kranggot, Selasa (28/1).

CILEGON, BANTEN RAYA - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon menggelar monitoring registrasi beras kemasan di Pasar Baru Kranggot, Selasa (28/1). Dari monitoring itu, banyak beras kemasan yang tidak memiliki register atau terdaftar di Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Banten.

Pantauan wartawan di lapangan, dari dua toko beras yang diperiksa petugas, hanya ada satu beras kemasan yang terregister. Sisanya, tidak teregister.Salah satu pemilik toko beras, Hawasi menyampaikan, alasan memilih beras kemasan yang tidak teregister karena dinilai lebih murah.

Dengan kemasan dan kualitas yang sama, perbandingan harganya mencapai Rp5 ribu per karung. Makanya, Hawasi mengaku dirinya menjual beras dengan karung tanpa register.“Lumayan lebih murah perkarungnya mencapai Rp5 ribu. Kalau saya biasa beli 3 ton sudah kelihatan berapa banyak,” jelasnya.

Menurut Hawasi, sampai saat ini tidak ada komplain dari pelanggan dengan beras yang dijualnya. Sebab, gudang pengepakan beras yang biasa dibelinya juga sudah lama di Kota Cilegon.“Tidak ada komplain beras yang aneh-aneh, secara kualitas sama namun bedanya lebih miring saja harganya karena kemasan karung biasa,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Pangan pada DKP Provinsi Banten, Lim Elfiza menyatakan, monitoring tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap pangan segar asal tumbuhan berupa beras. Hal itu dilakukan untuk memastikan beras yang beredar di pasar berkualitas dengan memiliki nomor register, sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Ini untuk perlindungan konusmen. Semuanya kami sosialisasikan yang beredar, khususnya yang dikemas harus teregistrasi,” katanya kapada wartawan saat memeriksa toko beras kemasan, kemarin.

Menurut dia, regasitrasi beras kemasan tersebut sesuai dengan  Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 53 Tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan, dimana mewajibkan beras yang dikemas harus terdaftar di UPTD DKP Provinsi Banten, atau memiliki nomor register yang dikeluarkan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD).

Lim menjelaskan, kegunaan registrasi tersebut adalah jika beras kemasan yang dibeli terjadi masalah bagi konsumen, maka penelurusan oleh dinas bisa dilakukan secara mudah. “Jika terdaftar maka mudah kalau ada beras beredar bermasalah, tinggal dilihat dari kemasan mana dan siapa yang mengeluarkannya,” jelasnya.

Lim menyatakan, pihaknya mengambil sejumlah sampel beras dan akan menghubungi sejumlah gudang pengepakan beras yang datanya didapatkan dari pedagang. Hal itu agar pemilik gudang pengepakan bisa melakukan register produknya, sehingga kualitas dan keamanannya terjamin."Kami nanti akan sampaikan agar pemilik gudang pengepakan mengurus proses registernya. Itu mudah cukup datang ke dinas setempat,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Konsumsi dan Ketahanan Pangan DKPP Kota Cilegon, Sutardi menjelaskan, banyak gudang pengepak beras masih enggan melakukan registrasi beras kemasannya. Padahal, secara prosedur hal tersebut gampang dilakukan, dan DKPP Kota Cilegon siap memfasilitasinya. “Registrasi tidak diurus, padahal tidak terlalu rumit, tinggal datang ke dinas dan akan difasilitasi,” paparnya.(uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook