Fungsikan Depo Sampah, DLH Tunggu Kontraktor

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 12:16:57 WIB   |  dibaca: 135 kali
Fungsikan Depo Sampah, DLH Tunggu Kontraktor

BELUM BERFUNGSI : Pengendara melintas di jalan depan bangunan transfer depo sampah yang belum difungsikan di Lingkungan Kaligandu, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon angkat bicara terkait belum difungsikannya transfer depo sampah di Lingkungan Kaligandu,Kelurahan/Kecamatan Purwakarta. Pemfungsian depo itu masih menunggu serah terima pekerjaan dari pihak kontraktor. Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Kepala Seksi (Kasi) Pengurangan Sampah DLH Kota Cilegon, Nana Sumarna, Selasa (28/1).

Nana mengatakan, belum difungsikannya depo tersebut karena hasil pekerjaan belum diserahkan oleh kontraktor kepada dinas, termasuk masih dalam tahap pemeliharaan selama 6 bulan."Masih pemeliharaan dan belum di PHO-kan (Serah terima_red)," katanya.

Nana berharap, depo tersebut bisa difungsikan. Jika pun tidak difungsikan untuk depo sampah, maka pihaknya meminta warga untuk mengajukan melalui lurah dan camat jika ingin dilah fungsikan."Jika pun nanti akan dialih fungsi kami meminta warga melalui kelurahan dan kecamatan mengajukan," jelasnya.Diketahui, bangunan depo tersebut dibangun dengan anggaran sebesar Rp 850 juta dan pengadaan lahannya Rp 600 juta. Total, Rp 1,4 miliar lebih.

Sementara terkait alih fungsi transfer depo sampah itu menjadi balai seperti keinginan warga, kata Nana, membutuhkan proses peralihan aset.Menurut Nana, alih fungsi bangunan tersebut nantinya bisa diusulkan oleh warga melalui kelurahan dan kecamatan, sehingga nantinya DLH Kota Cilegon bisa mengusulkan kepada sekda Kota Cilegon.

Saat ini aset depo tersebut merupakan milik DLH."Sekarang masih tercacat di kami. Kami akan sampikan kepada Pak Kadis (Kepala DLH, Didi Sukriadi) sepulangnya umroh. Namun nanti pengajuan tetap dari warga," katanya.

Soal kesepakatan alih fungsi sebelum bangunan berdiri yang diklaim warga, lanjut Nana, hanya sebatas kesepakatan warga untuk mengetahui fungsi dan bentuk gedung yang akan dibangun sebelumnya, sehingga apa yang menjadi kekhawatiran warga soal bau dan sampah yang berserakan tidak terjadi dengan konsep depo itu.

Justru, kata Nana, depo itu bisa dimanfaatkan secara ekonomis jika dikelola dengan baik oleh warga."Kami inginya uji coba dulu satu bulan. Kami ingin memperlihatkan jika pengelolan depo tersebut tidak menimbulkan bau dan kumuh. Namun semuanya nanti kami akan sampaikan kepada kepala dinas baru," paparnya.

Terkait tidak maksimalnya fungsi Depo Sampah di Lingkungan Sondol, Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Citangkil dibenarkan Nana. Namun, kata Nana, depo tersebut secara prospek akan sangat bermanfaat, karena berada di akses Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang diprediksi akan padat pemukiman, pertokoan dan lainnya.

Banyaknya pemukiman dan pertokoan diprediksi volume sampah akan banyak."Awalnya memang lahan yang bisa dimanfaatkan di sana, sekarang belum maksimal, tapi kedepannya itu pasti sangat berfungsi dan bermanfaat," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, transfer depo sampah di Lingkungan Kaligandu, Kelurahan/Kecamatan Purwakarta dipertanyakan warga, karena belum difungsikan. Sejak awal, kabarnya warga sudah menolak bangunan tersebut karena akan menimbulkan bau.Oleh karena itu, warga meminta agar depo tersebut dialihfungsikan menjadi abali warga. Kesepakatan telah dibuat oleh warga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook