Perajin Gerabah Dijanjikan Fasilitasi Permodalan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 14:06:21 WIB   |  dibaca: 52 kali
Perajin Gerabah Dijanjikan Fasilitasi Permodalan

SIAP DIJUAL : Perajin gerabah di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas memasarkan gerabah yang siap jual di halaman rumah mereka, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang akan memfasilitasi permodalan bagi perajin gerabah di Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas yang saat ini kesulitan untuk mendapatkan modal usaha sehingga jarang produksi. Upaya itu dilakukan agar para perajin tetap menjalankan usahanya tanpa ada kesulitan dalam permodalan.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, tahun ini Pemkab Serang tidak ada anggaran untuk membantu permodalan bagi perajin gerabah dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lainnya. “Untuk permodalan kita tidak ada bantuan, paling kita bisa fasilitasi ke BRI, bisa juga nanti kita sambungkan ke perusahaan-perusahaan yang punya CSR (corporate social responsibility),” kata Wahid, Selasa (28/1).

Selain itu pihaknya juga akan mencarikan bantuan permodalan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai program bantuan permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. “Sebenarnya di BRI juga ada KUR (kredit usaha rakyat) yang sekarang ini bunganya hanya enam persen. Mungkin ini bisa diakses oleh mereka (perajin-red). Kalau tidak melalui lembaga keuangan kita tidak ada bantuan,” ujarnya.

Wahid mengaku, pihaknya pernah memberikan pelatihan kepada para perajin gerbah Bumijaya dan telah menginformasikan kepada mereka lembaga-lembaga keuangan yang bisa diakses yang bisa memberikan pinjaman dengan bunga relatif ringan. “Insya Allah secepatnya saya akan komunikasi lagi dengan ketua kelompoknya Pak Suhaemi agar kendala yang dihadapi perajin bisa segera ada solusinya,” paparnya.

Terkait dengan pemasaran, Wahid menuturkan, para perajin gerabah tidak lagi mengalami kesulitan karena masing-masing perajin sudah memiliki pangsa pasar dan pelanggan masing-masing. “Pemasaran untuk gerabah kita sudah ada pangsa pasarnya, yang diekspor itu biasanya yang klasik-klasik dan besar-besar. Kemudian yang kecil-kecil dijual ke Sumatera untuk pembakaran emas. Setiap minggu pasti ada pengiriman ke luar daerah,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, tahun ini pihaknya telah bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk pengembangan gerabah Bumijaya. “Gerabah yang sekarang ini kan desainnya masih klasik mengikuti kesultanan Banten. Ke depan mereka (perajin-red) harus membuat desain baru agar tidak ketinggalan. Kita sudah ada kerjasama dengan ITB untuk merubah dan membentuk desain yang lebih menarik lagi,” ujarnya. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook