Polda Kantongi 2 Tersangka Tambang Emas Ilegal

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 14:39:02 WIB   |  dibaca: 901 kali
Polda Kantongi 2 Tersangka Tambang Emas Ilegal

SERANG, BANTEN RAYA - Satuan Tugas (Satgas) Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) mengantongi dua calon tersangka penambangan emas ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kabag Pengawasan dan Penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten AKBP Dadang Herli Saputra mengatakan, setelah melakukan pengecekan ke lokasi tambang dan pengolahan tambang emas, serta memeriksa 11 saksi, penyidik Ditkrimsus Polda Banten tinggal menunggu gelar perkara yang akan dilaksanakan pekan depan. "Minggu depan (penetapan tersangka). Potensi ada dua (calon tersangka)," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Diketahui sebelumnya, sebanyak 11 gurandil atau penambang emas dari empat lokasi pengolahan tambang emas di wilayah Lebak Gedong, dan Cipanas, Kabupaten Lebak, diperiksa oleh Satgas PETI.

Keempat tambang tersebut yaitu dua lokasi pengolahan emas di kampung Cikomara, Desa Banjar irigasi, Kecamatan Lebak Gedong. Pengolahan emas di Kampung Hamberang Desa Luhur Jaya, Kecamatan Cipanas. Kemudian, di lokasi pengolahan Emas di Kampung Tajur Desa Mekarsari, Kecamatan Cipanas.

Kesebelas penambang emas yang diperiksa yaitu dua pegawai tambang emas dari pengusaha berinisial JL, 3 penambang dari pengusaha berinisial EN, 3 penambang dari pengusaha SH dan 3 penambang dari pengusaha berinisial TH.

Selain melakukan pemeriksaan, Satgas PETI juga sebelumnya telah mengamankan sejumlah barang bukti ratusan alat pengolahan emas atau gelundung, mercuri, hingga batu yang akan diolah menjadi emas. Dari pemeriksaan yang dilakukan, para pekerja itu mendapatkan upah variatif. Untuk pekerja bagian glundung mendapatkan upah Rp100 ribu per hari, sedangkan untuk pemecah urat emas dari batu menjadi serbuk mendapat upah Rp25 ribu per karungnya.  (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook