Kasus Kekerasan Anak Meroket

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 29 Januari 2020 - 14:41:18 WIB   |  dibaca: 86 kali
Kasus Kekerasan Anak Meroket

SERANG, BANTEN RAYA - Jumlah kasus kekerasan pada anak di Kota Serang pada awal tahun 2020 ini meroket. Belum genap sebulan, jumlah kasus kekerasan pada anak sudah terjadi sebanyak 17 kasus. Padahal, biasanya dalam sebulan hanya terjadi satu sampai dua kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Toyalis mengatakan bahwa UPT Perlindungan Anak yang ada di bawah DP3AKB Kota Serang sudah melaporkan pada Januari ini sudah terjadi kekerasan pada anak sebanyak 17 kasus.

Jumlah ini meningkat tajam bila dibandingkan dengan kasus kekerasan seksual pada periode yang sama, yaitu Januari 2019 yang hanya ada tiga kasus. Kasus kekerasan seksual pada anak selama Januari ini paling banyak terjadi di Kecamatan Serang dengan 15 kasus. Sementara dua lainnya terjadi di Kecamatan Walantaka."Di Kecamatan Serang, tepatnya di BIP (perumahan Banten Indah Permai-red), satu orang melecehkan 15 anak," kata Toyalis saat coffee morning di dinas tersebut, Selasa (28/1).

Toyalis mengatakan bahwa adanya 17 kasus dengan 17 korban itu dilakukan oleh tiga orang pelaku. Dua pelaku sudah ditangkap polisi sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Toyalis mengungkapkan bahwa penyebab adanya pelecehan seksual pada anak yang dilakukan orang dewasa ini adalah karena adanya kelainan seksual.“Mungkin seleranya suka sama anak-anak seperti pedofil gitu,” katanya.

Toyalis menjelaskan bahwa pelaku kekerasan anak biasanya adalah orang terdekat anak seperti orang tua dan tetangga. Karena itu yang terpenting adalah bagaimana orang tua tetap menjaga dan memperhatikan anak, terutama ketika akan keluar rumah.

Orang tua harus tahu anak akan keluar ke mana, dengan tujuan apa, dan bersama siapa.“Jadi kalau punya anak jangan asal lepas apalagi anak perempuan,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang ini.

Toyalis mengatakan bahwa penanganan terhadap kasus kekerasan seksual pada anak dilakukan dengan cepat. Namun, yang terpenting adalah melakukan pencegahan. Karena itu pihaknya membentuk Kelompok Masyarakat (pokmas), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), dan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) meski jumlahnya masih sedikit karena keterbatasan anggaran.

Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Ati Rohayati mengatakan bahwa adanya 17 kasus kekerasan seksual terhadap anak dalam satu bulan adalah yang tertinggi. Selama ini angkanya tidak pernah sampai setinggi itu.“Biasanya dalam sebulan hanya ada satu atau dua kasus kekerasan pada anak,” kata Ati.

Diketahui, pada tahun 2019 jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Ibu Kota Provinsi Banten ini terjadi sebanyak 43 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2018 dengan 26 kasus.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu laporan yang dijangkau oleh layanan telepon gawat darurat 112. Bila ada kasus yang dilaporkan melalui call center 112 maka akan segera ditindaklanjuti dengan menghubungkan kepada pihak-pihak terkait, seperti polisi. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook