Krakatau Steel Tuntaskan Restrukturisasi Hutang

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 03 Februari 2020 - 10:32:15 WIB   |  dibaca: 142130 kali
Krakatau Steel Tuntaskan Restrukturisasi Hutang

CILEGON ( 27/1) - PT Krakatau Steel (persero) Tbk telah menyelesaikan restrukturisasi hutang senilai USD2 miliar. Restrukturisasi hutang ini  adalah restrukturisasi hutang terbesar  yang  pernah  ada  di  Indonesia.  Kesepakatan restrukturisasi ini telah selesai ditandatangani oleh keseluruhan kreditur pada 12 Januari 2020 lalu.

Restrukturisasi  hutang  ini melibatkan  10  bank  nasional,  swasta  nasional dan  swasta asing.  Sebelumnya pada  30  September  2019 PT  Bank  Mandiri  (Persero)  Tbk,  PT  Bank
Negara  Indonesia  (Persero)  Tbk,  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia  Eximbank), 

PT  Bank  Central  Asia  Tbk.telah  sepakat  untuk  melakukan relaksasi  pembayaran hutang dalam perjanjian induk rekstrukturisasi (MRA). Pada 29 Desember 2019 PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank OCBC NISP Tbk mengawali perjanjian aksesi atau penundukannya terhadap perjanjian induk restrukturisasi. Kemudian, pada 12 Januari 2020 dua bank swasta lainnya yakni Standard Chatered Bank Indonesia dan PT CIMB Niaga Tbk turut tunduk dalam perjanjian induk yang sama.

Penandatanganan persetujuan pembiayaan ini dilakukan untuk mendukung Rencana Transformasi Bisnis dan Keuangan  Krakatau  Steel  menjadi  lebih  sehat. Beban  bunga  dan  kewajiban  pembayaran  pokok pinjaman  menjadi  lebih  ringan  sehingga  membantu  perbaikan  kinerja  perusahaan  dan  memperkuat cashflow perusahaan. Proyek restrukturisasi ini berlangung selama sembilan tahun (2019-2027), dalam jangka panjang diharapkan operasi perusahaan menjadi lebih baik.

“Melalui  restrukturisasi  ini,total  beban  bunga selama  sembilan  tahun hutang  dapat  diturunkan secara signifikan dari USD 847 juta menjadi USD 466 juta. Selain itu, penghematan biaya juga kita dapatkan dari restrukturisasi Krakatau Steel hutang selama sembilan tahun sebesar USD 685 juta”, ungkap Silmy Karim Direktur Utama PT KS.

“Sepanjang tahun 2019, sudah banyak hal yang sudah kami lakukan dalam rangka melakukan transformasi perusahaan.  Selain restrukturisasi  hutang, kami  juga  telah melakukan  optimalisasi  tenaga  kerja  dan menerapkan operationexcellence sehingga Krakatau  Steel  lebih  efisien  dan  kompetitif. 

Kemudian  di September  dan  November2019 secara  berturut-turut  kami  berhasil  melampaui  rekor  produksi  HRC  dan CRC. Dengan segala capaian ini kami optimistis di tahun 2020, Krakatau Steel akan mempunyai catatan yang lebih gemilang”, imbuh Silmy.(danang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook