Dindikbud Banten Optimalkan Merdeka Belajar

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 12 Februari 2020 - 11:34:25 WIB   |  dibaca: 232 kali
Dindikbud Banten Optimalkan Merdeka Belajar

MOTIVASI : Pakar pendidikan Banten Sholeh Hidayat memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dalam kegiatan Bimbingan Teknik Kepala Sekolah yang digelar Dindikbud Banten di gedung Aspirasi, KP3B, Kota Serang, belum lama ini. Kepala sekolah juga harus siap melaksanakan program Merdeka Belajar dan Kemandirian Sekolah yang diluncurkan Mendikbud.

SERANG, BANTEN RAYA-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mendorong kepala sekolah pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh untuk bisa mengoptimalkan Program Merdeka Belajar dan Kemandirian Sekolah.

Menurut M. Yusuf, Kepala Dindikbud Banten, Program Merdeka Belajar dan Kemandirian Sekolah merupakan salah satu kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Artinya, dengan dua program dari pusat sekolah bisa memiliki inovasi dalam kegiatan belajar mengajar dan administrasi.

Ia menjelaskan, inovasi dalam kegiatan belajar mengajar harus sesuai dengan indikator yang sudah ditentukan oleh pemerintah, yaitu menggunakan kurikulum 2013 sehingga bisa menciptakan alumni yang unggul."Alumni yang unggul itu adalah alumni yang mampu bersaing dengan sekolah lainnya," kata Yusuf kepada Banten Raya di ruang kerjanya, kemarin.

Masih dijelaskan Yusuf, Merdeka Belajar yang menjadi salah satu program Mendikbud adalah digantinya Ujian Nasional menjadi Asesment Kompetensi Minimal yang dilakukan oleh peserta didik kelas 11.

Kemudian Kemendikbud juga mengubah Ujian Nasional menjadi Survey karakter, lanjut Yusuf, yaitu gejala kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik kelas 12. Untuk menghadapi tuntutan itu, guru dan kepala sekolah harus lebih mandiri.

"Mandiri yang dimaksud adalah manajer. Dalam Permendikbud menyebutkan bahwa manajer adalah kepala sekolah yang mampu mandiri dalam mengurus kegiatan belajar mengajar, keuangan, perencanaan, organisasi dan pengawasan," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan, bahwa Provinsi Banten bisa berhasul tanpa korupsi, bisa hidup bahagia tanpa korupsi. "Saya minta kepada sekolah bisa mengelola uang dengan baik, tanpa harus melakukan korupsi," tegasnya.

Ia mengaku, saat ini mekanisme pelaksana kuasa anggaran merupakan wewenang kepala sekolah. Artinya, sebagai kuasa anggaran harus amanah dan tidak melakukan korupsi. "Awas kalau diselewengkan. Banten tiga kali meraih WTP," pesan Gubernur.

Terpisah, Rustomi Efendi, Kepala SMA Negeri 1 Jawilan mengatakan, pihaknya tentunya akan menjalankan amanah yang disampaikan oleh Gubernur dan Dindikbud Banten terkait dengan tata kelola keuangan bidang pendidikan."Tentuya dalam pengelolaan keuangan pendidikan saya akan transparan, dan mempertanggung jawabkan keuangan yang digunakan oleh sekolah," katanya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook