Trotoar Pagebangan Masih Dipenuhi Lapak

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 13 Februari 2020 - 11:07:24 WIB   |  dibaca: 54 kali
Trotoar Pagebangan Masih Dipenuhi Lapak

MENGALAH : Warga terpaksa mengalah jalan di bahu jalan karena trotoar digunakan untuk lapak pedagang di Jalan Pagebangan, Rabu (13/2).

CILEGON, BANTEN RAYA – Setelah padagang kaki lima (PKL) dibersihkan dari bahu Jalan Pagebangan, kini pedagang di ruko yang menempati trotoar jalan. Kondisi itu membuat pejalan kaki terpaksa menggunakan bahu jalan untuk berlalulintas.

Pantauan di lokasi, sejumlah pejalan kaki terpaksa harus berjalan di bahu jalan, karena trotoar dipenuhi barang dagangan. Kondisi ini membahayakan pejalan kaki, karena rawan terserempet kendaraan.

Salah satu warga Lingkungan Rokal, Kelurahan Jombang Wetan Munaiah (55) menyatakan, dirinya terpaksa selalu menggunakan badan jalan untuk melintasi Jalan Pagebangan menuju ke rumahnya. Hal itu terpaksa dilakukannya meski berbahaya terserempet kendaraan.“Terpaksa untuk akses lebih dekat. Jadi lewat jalan Pagebangan. Memang bahaya tapi sudah biasa,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (13/2).

Munaiah berharap, jalan Pagebangan tersebut benar-benar bisa ditertibkan pedagangnya, termasuk yang di trotoar sehingga hak pejalan kaki yang seharusnya melintas di trotoar tidak hilang karena kepentingan para pedagang atau pemilik toko yang menyewakan lapaknya.“Kalau bisa sekalian saja dibersihkan. Kami juga ingin aman dan punya hak untuk berjalan. Lebih aman karena sudah ada pembatas pagar juga,” imbuhnya.

Warga lainnya Subhan (35) mengungkapkan, beberapa tahun lalu sudah pernah ada penertiban besar-besaran oleh aparat dan trotoar bisa dipakai untuk berjalan. Namun, kondisi tersebut tidak berjalan lama.“Cuma beberapa bulan saja, tapi akhirnya semrawut lagi. Sampai kalau saja jalan juga harus ke tengah,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Bayu Panatagama menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, yaitu kelurahan dan kecamatan, untuk mengumpulkan semua pemilik toko atau pedagangan yang menyewa emprakan toko. Hal itu agar trotoar jalan dan drainase bebas dari lapak pdagang.“Sudah koordinasi, kami tentu meminta bantuan kelurahan dan kecamatan untuk bisa mengundang dan memfasilitasi,” ungkapnya.

Menurut Bayu, pihaknya juga sudah melakukan survei kepada PKL tersebut, dimana cukup banyak juga yang menyewa emprakan toko. Sebab, secara perlahan tentu akan terus dibenahi.“Sudah survei jadi kebanyakan juga yang menyewa emperakan toko. Ini harus juga diatur kembali,” pungkasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook