Sekolah Belum Terima Dana BOS

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 11:22:22 WIB   |  dibaca: 172 kali
Sekolah Belum Terima Dana BOS

CILEGON, BANTEN RAYA – Kabar telah cairnya dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari kementerian keuangan (Kemenkeu) ke sekolah pada 10 Februari lalu ternyata masih wacana. Pasalnya, sekolah di Cilegon mengaku belum menerima dana yang kini langsung ditransfer ke rekening sekolah itu.

Kepala SDN Kranggot Raman menjelaskan, sampai saat ini dana BOS belum turun. Untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah, maka kepala sekolah menjadi penanggungjawab untuk pembelian kebutuhan sekolah, seperti bayar listrik, dan pembelian alat tulis kantor (ATK).

Ia berharap, dana BOS bisa secepatnya dicairkan agar pemenuhan kebutuhan bisa secepatnya dilakukan."Semoga saja bisa cepat cair," paparnya.Terkait adanya wacana 50 persen Dana BOS untuk guru honor, Raman mengaku bergembira sekaligus khawatir.

Bergembira, menurut dia, karena guru honor lebih dihargai statusnya sebagai guru dengan kenaikan honor. "Khawatir karena ini nantinya menurangi anggaran operasional yang lain," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Ismatullah juga menegasakan, pencairan dana BOS pada awal bulan masih menjadi wacana yang ada di media sosial (Medos). Sebab, kata dia, sampai saat ini belum ada rapat koordinasi dari kementerian, sebagaimana sebelumnya jika dana Bos tersebut akan dicairkan.

“Dana BOS ini awal bulan rencananya memang akan turun ke rekening-rekening sekolah, tetapi itu masih ada wacana di facebook (Media online melalui facebook) saja, belum ada rakor yang saya ikuti.

Itu artinya kalau kepala dinas atau dindik belum diundang ke Jakarta untuk rakor, informasi itu masih perlu disikapi," katanya kepada Banten Raya usai menghadiri acara pelantikan Ikatan Komunikasi Oprator dan Tenaga Adminitrasi Sekolah (IKOTAS) Kota Cilegon, Kamis (13/2)

Ismat -panggilan Ismatullah, juga menjelaskan mengenai adanya wacana 50 persen untuk guru honor yang dulu hanya 15 persen. Ia berharap wacana itu benar.Begitu juga kebutuhan 50 persen Dana BOS sisanya untuk operasional sekolah apakah akan terpenuhi harus juga disikapi. Sebab, kata Ismat, hal tersebut juga berdampak terhadap penurunan mutu sekolah.

“Jika honor 50 persen maka ada kebutuhan lain yang berkurang, dan kebutuhan lain tidak terpenuhi juga menurunkan mutu pendidikan maka harus pandai mengatur sesuai fleksibilitas sekolah masing-masing,” tegasnya.

Salah satu guru di SDN Kranggot menyatakan, sampai saat ini dana Bos belum turun di sekolahnya, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang sifatnya penting dan tidak bisa menunggak, seperti bayar listrik harus ditanggulangi terlebih dahulu.“Belum turun pak, semoga secepatnya. Untuk bayar listrik biasanya ngutang dulu dan itu kepala sekolah tugasnya,” jelas wanita yang enggan disebutkan namanya ini.

Untuk honor guru honorer, lanjut wanita berkerudung ini, juga tidak dibayarkan. Selain belum ada anggarannya, jumlah guru honorer di sekolahnya sebanyak 9 orang dianggap terlalu besar anggaran yang harus dikeluarkan.“Guru honor mah seperti biasa diminta untuk sabar dan ikhlas. Sebab biasanya tiga bulan baru dibayar,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Forum Komunikasi Guru dan Tenaga Honor (FKGTH) Kota Cilegon, Ismatullah mengharapkan, dana BOS 50 persen untuk guru honorer tersebut bisa direalisasiakan. Hal itu akan sangat membantu memenuhi kesejahteraan guru honor.

Ia mengatakan, saat ini guru honor hanya diberikan upah Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per bulan dari dana BOS. Nilai tersebut dianggap sangat kurang.“Sangat mengapresiasi jika direalisasika untuk benar-benar honorer 50 persen. Sebab itu bisa membantu menambah penghasilan,” pungkasnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook