Ngaku Suruhan Napi Lapas, Dua Kurir Sabu Ditangkap

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 11:29:40 WIB   |  dibaca: 69 kali
Ngaku Suruhan Napi Lapas, Dua Kurir Sabu Ditangkap

KONFERENSI PERS : Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana bersama jajaran menunjukkan barang bukti sabu dan tersangka, Kamis (13/2).

CILEGON, BANTEN RAYA - Satres Narkoba Polres Cilegon menangkap dan menahan dua orang tersangka kasus peredaran sabu-sabu berinisial FB dan BN dari salah rumah kontrakan di Kampung Buah Jangkung, Desa Waringungkurung, Kecamatan Waringungkurung, Kabupaten Serang, Minggu (26/1) lalu.

Kedua tersangka mengaku suruhan narapidana (Napi) Lapas Cilegon.Sebagai barang bukti, polisi menyita sabu-sabu seberat 34 gram, yang disimpan di dalam tas jinjing dan di penanak nasi.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, kedua tersangka ditangkap petugas bersama pemilik kontrakan berinisial ML, yang saat itu sedang menggunakan barang haram itu. Yudhis menegaskan, pihaknya belum menentukan status tersangka untuk ML.

“Diakui tersangka barang itu dari Jakarta. Pemilik kontrakan hanya sebagai penitipan saja,” ungkap Yudhis didampingi Kepala Satres Narkoba Polres Cilegon AKP Panji saat ekspos kasus di Mapolres Cilegon, Kamis (14/2).

Yudhis menjelaskan, saat penggeledahan, pihaknya mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 20 gram, yang disimpan di dalam tas jinjing, dan di penanak nasi seberat 14 gram. "Kita juga amankan penanak nasi yang digunakan untuk menyimpan sabu-sabu itu,” paparnya.

Berdasarkan pengakuan, laqnajut Yudhis, kedua tersangka mengaku hanya disuruh oleh rekannya yang menghuni Lapas Cilegon berinsial A dan L. Mereka disuruh mengambil sabu-sabu tersebut dari seseorang di Jakarta.“Diarahkan via telepon A dan L yang ada di Lapas untuk mengambil barang di Jakarta. Dua orang ini tidak kenal yang menjual di Jakarta,” kata Yudhis.

Namun begitu, kata Yudhi, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap napi berinisial A dan L berdasarkan pengakuan kedua tersangka. Sebab, kata Yudhis, menurut Petugas Lapas Kelas IIA Cilegon, tidak ada dua nama yang dimaksud. “Kita tidak tahu pakai nama asli atau nama palsu. Di Lapas tidak terdaftar, ini masih kita selidiki lagi, kita koordinasi dengan kalapas,” terangnya.

Selain menjadi kurir, kedua tersangka juga mengakui telah beberapa kali mengedarkan sabu-sabu di sekitar Cilegon dan Serang. "Motifnya hanya untuk mendapatkan uang," tegasnya.
Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamana hukumannya penjara selama-lamanya seumur hidup dan paling singkat enam tahun,” tambah AKP Panji. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook