LAZ Harfa Bangun Jembatan Kedua

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 12:26:47 WIB   |  dibaca: 36 kali
LAZ Harfa Bangun Jembatan Kedua

BANGUN JEMBATAN: Warga Kampung Susukan, Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira melintasi jembatan harapan penyintas banjir bandang yang dibangun oleh LAZ Harfa, Kamis (13/2).

LEBAK, BANTEN RAYA- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) membangun jembatan gantung harapan penyintas banjir bandang yang kedua di Kampung Susukan, Desa Bungur Mekar, Kecamatan Sajira.

Jembatan harapan pertama dibangun di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak."Ini jembatan kedua yang telah kita bangun. Masih akan ada jembatan lagi yang dibangun," kata Direktur Utama LAZ Harfa Indah Prihanande kepada Banten Raya, Kamis (13/2).

Menurutnya, jembatan harapan selanjutnya akan dibangun di Desa Cipanas dan Desa Bintang Resmi. Pembangunan jembatan merupakan hasil gotong royong para donatur LAZ Harfa.
"Kami juga bekerja sama dengan Vertical Rescue Indonesia (CRI), TNI Yonif 320 Badak Putih, Kodim Lebak, Pusdikzi, Kodiklat TNI AD, dan Pemkab Lebak. LAZ Harfa akan terus berkomitmen membangun jembatan-jembatan yang telah rusak di Lebak untuk para penyintas di sana," katanya.

Indah berpendapat, kebutuhan jembatan itu sangat vital. Para penyintas bisa kembali menggerakkan ekonomi dan aktivitas mereka kembali jika jembatan telah terbangun.
"Jembatan harapan yang pertama dibangun oleh LAZ Harfa setelah banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lebak akhirnya telah diresmikan langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Jembatan pertama dibangun di Muhara, telah membuka akses lebih dari 5.000 jiwa warga terdampak banjir Lebak untuk bisa menata kembali kehidupannya," katanya.

Kepala Desa Bungurmekar, Kecamatan Sajira Mamun mengucapkan syukur atas dibangunnya jembatan harapan. "Kami sangat berterima kasih karena jembatan ini sangat penting sekali bagi masyarakat Desa Bungur Mekar dan masyarakat luas. Dimana jembatan ini adalah akses bagi lebih dari 7.000 jiwa yang melintasi jembatan ini setiap harinya untuk berbagai keperluan," katanya.

Kades mengungkapkan, pasca banjir bandang jembatan gantung susukan yang menyeberangi Sungai Ciberang terputus. Aktivitas masyarakat akhirnya menggunakan perahu karet sebagai akses penyebrangan, tanpa pengaman dan tentu sangat membahayakan karena arus sungai yang cukup deras.

"Jembatan kedua yang dibangun dengan panjang 65 meter dan lebar 1,2 meter ini nantinya akan membuka akses warga. Baik yang mau ke pasar, untuk ke sawah, ke sekolah, ke kota dan menghubungkan dengan banyak tempat terutama antar kampung di Bungur Mekar," katanya.

Sarnah (60), warga setempat mengungkapkan, kesehariannya bertani dan harus menyeberangi Sungai Ciberang untuk pergi menggarap sawah. "Selama jembatan terputus, saya tidak lagi pergi ke sawah karena takut bila melewati perahu karet dengan derasnya aliran sungai. Alhamdulilah sekarang sudah kebangun lagi jembatannya, jadi bisa ke sawah lagi tanpa merasa takut terbawa arus sungai," katanya.

Sebelumnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan, saat ini para penyintas di Lebak sangat membutuhkan jembatan sebagai penyambung asa, harapan, cita dan cinta mereka kembali. "Selama banjir tersebut, 27 jembatan (gantung) hanyut dan rusak, belum lagi 243 unit jembatan di Lebak sebelum bencana sendiri memang belum terbangun.

Sehingga jika hanya mengandalkan APBD tidak mungkin. Dngan gerakan sosial seperti yang dilakukan oleh LAZ Harfa ini, kami sangat berharap bisa membantu untuk masyarakat bangkit kembali," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook