Penurunan AKI/AKB Jadi Tanggungjawab Bersama

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 13:16:54 WIB   |  dibaca: 115 kali
Penurunan AKI/AKB Jadi Tanggungjawab Bersama

RAPAT PARIPURNA : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah memberikan tanggapan atas raperda usul DPRD Kabupaten Serang, Kamis (13/2).

SERANG  – Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi menjadi perhatian serius bagi Pemkab Serang dan DPRD Kabupaten Serang. Sebagai upaya percepatan penurunannya, kedua lembaga tersebut bersepakat membuat regulasi.

Bertempat di gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (13/2), DPRD Kabupaten Serang menggelar rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap tiga macam raperda yang berasal dari Bupati Serang dan satu macam raperda yang berasal dari DPRD Kabupaten Serang.

Tiga macam raperda yang berasal dari Bupati Serang yaitu raperda tentang perubahan atas perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Serang. Kemudian raperda tentang penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kemudian satu macam raperda yang berasal dari DPRD yaitu, raperda percepatan penurunan AKI dan AKB. “Bidang kesehatan merupakan salah satu indikator IPM (indeks pembangunan manusia) yang masih rendah yaitu AKI dan AKB. Untuk menekan jumlah AKI dan AKB ini tidak bisa hanya mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) kita,” ujar Bupati Serang Rt Tatu Chasanah.

APBD yang masih terbatas, menurut Tatu, tidak bisa mempercepat penurunan AKI dan AKB, sehingga dengan lahirnya perda percepatan penurunan AKI dan AKB semua stakeholder bisa terlibat dalam penanganan AKI dan AKB. “Masyarakat dan pengusaha diberi ruang untuk terlibat termasuk juga desa melalui dana desanya,” katanya.

Sementara itu, juru bicara fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Serang Mawardi mengatakan, salah satu raperda yang menjadi perhatiannya yaitu, terkait dengan raperda penyertaan modal BUMD. “Untuk penyertaan modal ini kan sudah habis, jadi harus diperbaharui lagi. Persoalan nanti berapa anggaran yang mau diberikan itu persoalan lain. Kita akan menyertakan modal untuk BUMD yang sehat, kalau yang sakit minta dievaluasi dulu,” ujarnya. (TANJUNG)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook