Dindikbud Gencar Sosialisasi Motif Batik

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 13:27:56 WIB   |  dibaca: 182 kali
Dindikbud Gencar Sosialisasi Motif Batik

SOSIALISASI: Pegawai Dindikbud Kota Serang memamerkan busana yang dipadukan dengan batik khas Kota Serang saat sosialisasi, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang mulai gencar menyosialisasikan motif batik yang dimiliki Kota Serang. Kemarin, sosialisasi dilakukan kepada kepala sekolah, organisasi perhotelan, sanggar, dinas, dan lain-lain.

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Serang nomor 430/kep.187Huk/2019 tentang Jenis-jenis Motif Batik Kota Serang ada enam motif batik milik Kota Serang. Keenam motif itu adalah paduraksa, sate bandeng, al madad, menara, sawung pathok, dan seribu bedug. Selain motif, dalam sosialisasi kemarin juga dihadirkan kain batik yang motifnya menggunakan motif batik Kota Serang.

Kepala Dindikbud Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan bahwa motif batik Kota Serang dapat digunakan semua lembaga, instansi, bahkan per orangan tanpa khawatir akan hak cipta. Sebab Kota Serang membebaskan siapa pun memproduksi dan menggunakan motif batik Kota Serang.

“Motif-motif batik Kota Serang bisa digunakan untuk promosi budaya, seragam pegawai, fashion costume carnival, untuk dekorasi panggung, dan lain-lain,” kata Wasis usai sosialisasi motif batik Kota Serang, di Hotel Wisata Baru, Kamis (13/2).

Wasis menyatakan bahwa motif batik Kota Serang juga bisa dijadikan hiasan dinding seperti yang dilakukan DPRD Banten dengan menggunakan motif-motif batik yang ada di Provinsi Banten. Selain sebagai hiasan pemakaian motif batik dalam rangka memberdayakan UMKM di Kota Serang.“Solo, Yogyakarta, bahkan Cirebon punya motif batik. Alhamudlillah sekarang Kota Serang punya motif batik khas Kota Serang,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan Evie Shofiyah Usman mengatakan bahwa motif batik Kota Serang tidak hanya digunakan oleh pegawai di lingkungan Pemkot Serang melainkan juga bisa digunakan oleh sanggar, padepokan, sekolah, bahkan masyarakat umum. “Bisa juga untuk fashion dan kriya juga pegawai hotel,” katanya.

Batik dengan motif batik Kota Serang juga bisa diproduksi oleh galeri-galeri batik di Kota Serang sehingga usaha UMKM di Kota Serang tumbuh. Evie berharap pelajar di Kota Serang menggunakan batik khas Kota Serang ini karena ada makna filosofi dalam setiap motif batik yang dibuat.

“Motif sawung pathok atau ayam jantan misalkan bercerita tentang Sultan Hasanuddin Banten yang mengadu ayam dengan Pucuk Umun ketika akan menaklukkan kerajaan Banten Girang. Sehingga anak-anak bisa belajar sejarah dari motif batik ini,” kata Evie.

Dalam sosialisasi motif batik Kota Serang kemarin, beberapa pegawai di bidang kebudayaan memperagakan busana batik khas Kota Serang. Peragaan busana juga dilakukan oleh anak-anak dari Rossy's Entertainment Kota Serang. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook