Seminar Internasional, UT Serang Gandeng Kedubes Pakistan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 14 Februari 2020 - 13:43:22 WIB   |  dibaca: 248 kali
Seminar Internasional, UT Serang Gandeng Kedubes Pakistan

SEMINAR: Direktur UPBJJ UT Serang Maman Rumanta (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Duta Besar Republik Pakistan Abdul Salik Khan usai menjadi pemateri dalam Seminar Internasional, di Auditorium Kampus Universitas Terbuka, Kamis (13/2).

SERANG, BANTEN RAYA - Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Universitas Terbuka (UT) Serang melakukan kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Pakistan untuk menggelar Seminar Internasional di auditorium Kampus UT Serang, di Jalan Raya Jakarta KM. 7, Pakupatan, Cipocok Jaya, Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (13/2).

Dalam sambutannya, Direktur UPBJJ UT Serang Maman Rumanta mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Abdul Salik Khan, Duta Besar Republik Pakistan untuk Indonesia yang meluangkan waktu untuk mengunjungi UPBJJ UT Serang dan menjadi pembicara dalam Seminar Internasional yang bertemakan Peace and Security on Asia.

Dalam kesempatan itu, Maman juga menyampaikan bahwa UT adalah perguruan tinggi negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984.

UT memiliki 4 fakultas, yaitu fakultas ekonomi (FE), fakultas hukum, ilmu sosial dan ilmu politik (FHISIP), fakultas sains dan teknologi (FST), fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) untuk jenjang diploma dan sarjana. Sejak tahun 2004, UT membuka jenjang magister pada program pascasarjana. Sejak tahun 2019, UT membuka program doktor.

Menurutnya, sejak tahun 2002, UT telah mengembangkan sistem jaminan kualitas (SIMINTAS) yang digunakan untuk menjamin kualitas dari seluruh produk maupun kegiatan yang ada di UT. Dalam perjalanan, penjaminan kualitas di UT tidak hanya berpaku pada satu sistem, karena dari tahun 2006 UT menerapkan SIMINTAS dengan menggunakan standar ISO 9001:2000 Sistem Manajemen Mutu untuk memastikan bidang–bidang layanan bahan ajar, pengembangan dan layanan bahan ajar dan ujian, layanan administrasi akademik, dan layanan belajar jarak jauh untuk seluruh UPBJJ-UT atau seluruh proses yang dilaksanakan di UT berjalan sesuai dengan standar internasional ISO 9001.

Masih kata Maman, UT transisi dari ISO 9001:2000 ke ISO 9001:2008 untuk lingkup layanan manajemen kualitas. Selanjutnya, UT pada tahun 2013 mulai menerapkan SIMINTAS pada lingkup bidang manajemen pembelajaran jarak jauh menggantikan layanan administrasi akademik dan layanan belajar jauh. "Di samping pada tahun 2015, SIMINTAS bidang manajemen akademik mulai diterapkan menggantikan lingkup bidang pengembangan dan layanan bahan ajar dan ujian," kata Maman.

Secara akademik, lanjut Direktur UPBJJ UT Serang, pihaknya memastikan bahwa kualitas akademik UT sudah diakui secara nasional, dengan mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

"Kualitas UT sebagai penyelenggara pendidikan terbuka jarak jauh (PTTJJ) juga sudah diakui secara internasional, dengan diperolehnya pengakuan dari Internasional Council for Distance Education (ICDE) setelah melakukan review kualitas pada tahun 2005, 2010 dan 2015," imbuhnya.

Sementara itu, Abdul Salik Khan, Duta Besar Republik Pakistan dalam materinya menyampaikan bahwa kedamaian sangat penting bagi semua umat manusia. Islam adalah agama yang memiliki penganut terbanyak di dunia, dan Islam adalah agama yang membawa perdamaian.

Berbicara kedamaian di Asia, lanjutnya, tentunya tidak terlepas dari dari perdamaian di dunia yang melibatkan semua negara. Indonesia dan Pakistan sudah lama menjalin kerjasama dan memiliki kesamaan, di antara kesamaan itu adalah memiliki populasi muslim terbanyak, dan berada di Benua Asia.

"Indonesia dan Pakistan selalu bersama-sama menciptakan kedamaian dunia. Indonesia dan Pakistan juga aktif dalam membahas perdamaian di Myanmar. Pakistan salah satu negara yang mendukung Indonesia untuk menjadi konsul PBB," ujar Duta Besar Pakistan.

Terkait dengan kondisi perdamaian di Asia, kata Duta Besar Pakistan, tidak bisa terlepas dari konflik yang terjadi di Asia Selatan. Pakistan dan India adalah negara tetangga yang memiliki nuklir. Lahirnya Republik Pakistan tahun 1947 juga bersamaan dengan lahirnya India."Namun kelahiran kedua negara tidak saling mendukung terciptanya perdamaian, karena India adalah negara dengan penganut hindu terbanyak dan Pakistan penganut muslim terbanyak," ungkapnya.

Ia mengaku, ada dua wilayah yaitu Jammu dan Kashmir yang diperebutkan oleh Pakistan dan India. Padahal Jammu dan Kashmir memiliki populasi muslim terbanyak. Perdamaian di Asia tidak akan bisa terwujud jika dunia tidak bisa menyelesaikan persoalan tersebut."Persoalan perebutan kedua wilayah tersebut bukan persoalan bilateral, namun persoalan dunia. Ini saatnya PBB untuk menyelesaikan persoalan tersebut," tegasnya. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook