Pengungsi Dilatih Menanam Hidroponik

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 17 Februari 2020 - 12:12:41 WIB   |  dibaca: 40 kali
Pengungsi Dilatih Menanam Hidroponik

BERCOCOK TANAM: Para pengungsi korban bencana banjir bandang Lebakgedong diberikan pelatihan bercocok tanam hidroponik di Ponpes Darul Mustofa, beberapa hari lalu.

LEBAK, BANTEN RAYA- Korban bencana banjir bandang asal Kecamatan Lebakgedong yang mengungsi di posko Pondok Pesantren Darul Mustofa, Kecamatan Cipanas, dilatih keterampilan pertanian sistem hidroponik.

Hal itu dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) beserta Pemkab Lebak dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, agar para pengungsi yang kehilangan lahan pertaniannya, bisa bercocok tanam dengan mudah tanpa harus menggunakan lahan atayu tanah yang luas.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan pada Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak Nani Suryani mengatakan, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik sangat mudah dan praktik, karena hanya menggunakan sarana pipa paralon plastik yang bisa diletakan di sekitar rumah penduduk.

Oleh karena itu, karena banyak lahan pertanian milik pengungsi asal Lebakgedong yang hilang akibat diterjang banjir bandang maupun longsor, maka kementerian PPA bekerjasama dengan pemerintah daera melakukan program pelatihan keterampilan pertanian sistem hidroponik kepada ratusan pengungsi di Ponpes Darul Mustofa. “Pertanian sistem hidpronik tersebut bisa dimanfaatkan untuk menanam sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, selada, serta caesim dan lain-lain,” ujar Nani, kemarin.

Selain sangat mudah dan praktis, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik tersebut mudah dikontrol dan diawasi, karena bisa dipraktekan disekitar rumah penduduk. “Setelah para pengungsi ini memiliki tempat hunian yang layak kembali, maka bercocok tanam sistem hidproponik ini bisa dipraktekan oleh mereka,” harapnya.

Terpisah, Kepala DP2KBP3A Lebak Dedi Lukman mengatakan bahwa masyarakat Lebakgedong yang menjadi korban bencana banjir bandang, sebagian hidup bertani. Agar mereka bisa kembali beraktifitas menjadi petani, maka pemerintahpun memberikan pelatihan cara bertani yang mudah dan praktis. “Mudah-mudahan pelatihan bertani menggunakan sistem hidroponik ini, bisa menjadi bekal hidup para korban bencana banjir bandang, setelah kembali ke kampung halamannya nanti,” kata Dedi. (hudaya/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook