Dana BOS Ditransfer ke Rekening Sekolah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 17 Februari 2020 - 12:34:46 WIB   |  dibaca: 177 kali
Dana BOS Ditransfer ke Rekening Sekolah

MENYIMAK SAMBUTAN: Ratusan guru menghadiri Konferensi IV PGRI Kota Serang yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 3 Kota Serang, Sabtu, (15/2). Untuk tahun ini penyaluran dana BOS bagi SD dan SMP akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah.

SERANG, BANTEN RAYA- Penyaluran dana BOS (bantuan operasional sekolah) tahun ini langsung ditransfer ke rekening sekolah. Sebelumnya penyalurannya melalui pemerintah daerah (pemda), kemudian diteruskan ke sekolah. Diharapkan penyaluran langsung tersebut dapat dikelola dengan benar dan transparan dalam penggunaannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Wasis Dewanto mengimbau kepada pihak sekolah agar transparan dalam penggunaan dana BOS. Imbauan tersebut telah diedarkan kepada setiap sekolah.

“Silakan sekolah memampangkan pengunaan anggaran BOS kepada masyarakat. Kami sudah beri imbauan kepada setiap sekolah agar transparan dan akuntabel,” ujar Wasis ditemui setelah pembukaan Konferensi Kota IV PGRI, di SMK 3 Kota Serang, Sabtu (15/2).

Ia menuturkan, meski pun dana BOS langsung ditransfer ke rekening sekolah, namun rencana penggunaan anggaran tetap melalui dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) Dindikbud Kota Serang. Sehingga pengawasan penggunaannya tetap berjalan.“Belanja BOS di sekolah itu tetap berada di DPA Dindikbud. Jadi teknis pengiriman dananya saja yang langsung ke sekolah. Sehingga pengawasannya itu tetap ada dari kami,” tutur dia.

Selain kebijakan transfer langsung ke sekolah, sambung Wasis, terdapat perubahan kebijakan lainnya dalam penggunaan dana BOS. Di antarannya itu besaran alokasi untuk membayar honor tenaga guru honorer.

“Kalau tahun lalu itu persentase alokasi guru honorer maksimal hanya 15 persen saja. Namun sekarang dinaikkan menjadi maksimal 50 persen. Tapi itu maksimal ya, kalau cukup hanya 20 persen ya 20 persen saja,” katanya.

Ia menyebutkan, untuk besaran dana BOS yang akan didapatkan pada tahun ini, terdapat kenaikan besaran dana BOS untuk setiap siswanya.“Tahun lalu itu untuk SD, per siswa diberi Rp 800 ribu setiap tahunnya. Namun sekarang ada kenaikan menjadi Rp 900 ribu persiswa pertahunnya. Untuk SMP, tahun lalu diberi Rp 1 juta per siswa pertahunnya. Tapi sekarang naik menjadi RP 1,1 juta siswa,” ujar Wasis.

Menanggapi hal ini, Kepala SMPN 2 Serang Mudakir menyambut baik dengan perubahan skema penyaluran dana BOS tahun ini. “Lebih mudah dalam pencairannya. Karena kan sebelumnya harus melalui provinsi ke pemda baru ke sekolah,” ujar Mudakir, dihubungi via ponselnya, Minggu (16/2) sore.

Akan tetapi, lanjut dia, untuk pencairannya dana BOS tahun ini harus dilakukan sebanyak tiga termin atau tiga tahap yakni per empat bulan sekali. Termin pertama diperkirakan 30 persen, kemudian termin kedua 40 persen, dan sisanya 30 persen di termin terakhir atau ketiga. “Kalau sebelumnya kan tiga termin, empa kali pencairannya,” ungkap dia.

Mudakir menyebutkan, peruntukkan dana BOS di sekolahnya di antaranya untuk pembayaran gaji tenaga guru honorer, peningkatan mutu siswa dan guru. “Jumlah siswa kami ada 1017 orang, jumlah gurunya ada 19 ditambah tenaga tata usaha. Kalau guru honorernya ada sembilan orang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Komisariat Untirta Ciwaru Hadiroh mengatakan, sekolah harus benar-benar transparan untuk mencegah adanya kesempatan untuk menyalahgunakan anggaran dari oknum.“Penggunaan dana BOS harus transparan, karena yang kami khawatirkan nanti akan banyak penyalahgunaan dana. Entah itu habis di tengah jalan oleh para oknum atau seperti apa,” kata Hadiroh.

Oleh karena itu, ia meminta agar pendidikan moral bukan hanya ditekankan pada murid saja, namun juga kepada pihak guru dan sekolah. Sehingga dalam pengelolaan dana BOS nanti, etika profesi pendidik benar-benar dijunjung tinggi.“Jadi benar-benar harus mencontohkan dengan prilaku dan tindakan. Karena teori-teori saja tidak akan cukup,” tegas dia. (harir/rahmat)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook