Ada Darah dan Rambut Rasul di Banten Lama

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 17 Februari 2020 - 12:42:41 WIB   |  dibaca: 192 kali
Ada Darah dan Rambut Rasul di Banten Lama

HANYA TIGA HARI : Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim melihat salah satu koleksi Jelajah Nusantara: Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi Rodiallohu Anhu di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kota Serang, Minggu (16/2).

SERANG, BANTEN RAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bermimpi menjadikan Banten sebagai pusat budaya Islam dunia. Untuk mewujudkan itu, Pemerintah Provinsi Banten telah menyediakan lahan seluas 4 hektare untuk dijadikan sebagai pusat budaya dan pusat pengkajian kitab Syaikh Nawawi.

“Saya minta ulama Banten paham dan hafal kitab-kitab Syaikh Nawawi,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) saat acara Jelajah Nusantara: Pameran Artefak Rasulullah SAW dan para Sahabat Nabi Rodiallohu Anhu, di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Kota Serang, Minggu (16/2).

Hadir dalam kegiatan itu Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, Sultan Banten Bambang Wisanggeni, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi, Walikota Serang Syafrudin, dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Wahidin Halim menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Banten juga akan membangun aula besar empat lantai dengan kapasitas 5.000 tempat duduk untuk pertemuan ulama Nusantara bahkan ulama sedunia. Tempat-tempat penting dan bersejarah serta kental dengan pariwisata religi juga akan terus dibangun mulai dari Tanara di Kabupaten Serang, Banten Lama di Kota Serang, sampai Caringin di Pandeglang.“Jalan-jalannya juga kita bangun. Kita cor,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wapres Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah memang mendorong daerah-daerah untuk berinovasi membangun daerah menjadi pusat-pusat budaya, pusat-pusat wisata religi, dan lainnya. Karena itu pemerintah menyambut baik dan mendukung mimpi Provinsi Banten menjadi pusat wisata religi dunia.“Dukungan yang akan diberikan adalah yang dibutuhkan, baik dari infrastruktur maupun hal lain,” kata Ma'ruf.

Ma'ruf menyatakan bahwa Provinsi Banten layak menjadi pusat budaya dunia karena potensi untuk mengarah ke sana sudah ada. Banten, misalnya, mempunyai kesultanan (kerajaan) yang terkenal sampai ke mancanegara. Banten juga mempunyai ulama sekaliber internasional yang karyanya diakui dunia yaitu Syaikh Nawari Al Bantani.“Ada ulama tarekat seperti Syaikh Abdul Karim yang tarekatnya menyebar ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke Malaysia,” kata Ma'ruf.

Dengan banyaknya potensi yang ada di Banten itu, kata Ma'ruf, maka selanjutnya adalah tinggal daerah sendiri yang berinovasi mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki itu. “Daerah-daerah memang kita dorong untuk itu,” katanya.

PAMERAN ARTEFAK RASULULLAH
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin juga membuka Jelajah Nusantara: Pameran Artefak Rasulullah SAW dan para Sahabat Nabi Rodiallohu Anhu. Pameran akan berlangsung sampai dengan Selasa (18/2) besok, di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. Ada 13 koleksi barang Rasulullah SAW dan sahabat yang dipamerkan dalam pameran ini. Beberapa di antaranya adalah rambut, janggut, sorban, dan sandal Rasulullah SAW.

Ma'ruf menyatakan bahwa dengan adanya pameran ini diharapkan umat Islam dapat meneladani sifat Rasulullah SAW serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pameran ini juga diharapkan dapat bemanfaat sehingga umat Islam dapat mengenal lebih jauh Rasulullah SAW.“Pameran ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga dapat mendorong mereka mempelajari sejarah Islam dan kisah hidup Rasulullah SAW,” kata Ma'ruf.

Event Director Galeri Warisan MAR Indonesia Yevith Tiana Lusia mengatakan bahwa pameran artefak Rasulullah SAW akan mengunjungi 18 kota di Indonesia selama dua tahun. Kota-kota yang akan dikunjungi di antaranya adalah Rembang, Kota Banjar, dan Kota Probolinggo.

Setiap pengunjung akan dikenai biaya masuk Rp 25.000 per orang. Biaya ini dikenakan kepada pengunjung karena barang-barang yang dipamerkan diasuransikan. Selain itu, guna menggelar acara semacam ini diperlukan biaya produksi yang sangat besar. Meski demikian, besaran biaya masuk itu ditentukan oleh panitia lokal, yaitu PWNU dan PCNU di daerah, sehingga besaran biaya masuk akan berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain.

Pendiri Galeri Warisan MAR Abdul Manan Embong mengatakan bahwa barang-barang milik Rasulullah SAW ini adalah barang asli bukan replika. Masing-masing barang memiliki sertifikat resmi dari lembaga yang kredibel dan telah diteliti dengan menggunakan teknologi mutakhir yang hasilnya membenarkan bahwa ini adalah barang-barang tinggalan milik Rasulullah SAW.

Galeri Warisan MAR sendiri merupakan syarikat persendirian yang fokus pada benda-benda bersejarah tidak hanya milik Rasulullah SAW melainkan juga peninggalan Ibnu Sina, hewan langka, dan lain-lain. Galeri Warisan MAR bermarkas di Malaysia. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook