Korban Banjir Lebak Tinggal di Rumah Terpal

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 17 Februari 2020 - 12:47:21 WIB   |  dibaca: 149 kali
Korban Banjir Lebak Tinggal di Rumah Terpal

RINDU KAMPUNG HALAMAN : Korban bencana Lebak menempati hunian sementara beratapkan terpal di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Minggu (16/2).

LEBAK, BANTEN RAYA - Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, yang merupakan korban banjir dan longsor terpaksa tinggal di rumah terpal setelah pindah dari pengungsian di  Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam III Siliwangi Ciuyah, Kecamatan Sajira. Keinginan untuk pindah merupakan pilihan warga sendiri yang merasa rindu kampung halaman dan ingin mulai berkebun kembali.

Rumah terpal sendiri dibangun di empat titik, salah satunya di sebuah lapangan di Kampung Cigobang. Warga belum bisa kembali ke rumah mereka karena kondisinya belum memungkinkan. "Huntara (huan sementara) terbuat dari terpal dibangun secara mandiri oleh warga bersama relawan. Salah satunya dari Perkumpulan Urang Banten (PUB) yang diketuai oleh Mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki," Kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Madlias kepada Banten Raya, Minggu (16/2).

Rumah terpal dibangun hampir seluruhnya dengan terpal. Dinding dengan terpal, dan atap dengan terpal.Madlias menjelaskan, masih ada sebanyak 46 KK bertahan di pengungsian di Dodiklatpur."Huntara dibangun atas swadaya masyarakat bersama relawan dari berbagai elemen termasuk BPBD. Kalau dari BPBD sendiri memfokuskan mendirikan tenda logistik untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan para pengungsi sekaligus juga membangunkan jamban untuk para pengungsi," katanya.

Madlias mengungkapkan, pembangunan jamban dilakukan sehari pasca kujungan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat meninjau huntara, Kamis (13/2). Bupati meminta segera dibangunkan jamban untuk warga tinggal di huntara.

"Warga sendiri bangun huntara sekitar pekan lalu dan untuk kebutuhan sandang dan pangan sendiri terus kita drop. Karena memang itu menjadi kebutuhan dasar maka kita suplai terus, termasuk di lokasi pengungsian lain sepertihalnya yang di Kosala dan termasuk di dodiklatpur," katanya.

Pengungsi yang masih bertahan di Kosala, Kecamatan Cipanas ada 19 KK. Mereka masih bertahan karena sudah tidak memiliki tempat tinggal dan juga tidak memiliki sanak saudara yang bisa dijadikan tempat mengungsi.

"Kalau untuk korban bencana lainnya banyak yang tinggal di rumah sanak saudara maupun orangtua dan anaknya. Hal itu terpantau dari jumlah pengungsi, sepertihalnya di dodiklatpur sudah berkurang, di Kosala juga berkurang, dan di beberapa posko lainnya sudah kosong seperti halnya di lapangan futsal Banjaririgasi sudah tidak ada pengungsi," katanya.

Madlias mengungkapkan, sekalipun sudah meninggalkan posko pengungsian, para korban bencana tetap akan mendapatkan haknya dari pemerintah berupa bantuan uang Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp 25 juta rusak sedang, dan Rp 10 juta untuk rusak ringan.

"Selain bantuan uang, pemerintah juga tengah menyiapkan lokasi untuk tempat relokasi. Pada saat ini belum ada lokasi tepatnya karena masih menunggu informasi dari tim geologi yang tengah melakukan penelitian guna mencari lahan aman untuk ditinggali," katanya.

Lebih lanjut Madlias menuturkan, lokasi huntara berada diperbukitan dengan medan jalan berat berupa jalanan menanjak dan berlumpur. Kondisi tersebut menyulitkan kendaraan saat akan mengantarkan logistik.

"Termasuk kemarin itu karena hujan mobil patwal dan mobil bermuatan logistik harus dibantu ditarik dan didorong agar bisa melewati jalanan menanjak dan licin. Secara umum kebutuhan warga yang menetap di huntara tidak mengalami kesulitan pangan dan air bersih. Kalau pangan kita drop sedangkan air bersih banyak mata air mengalir," katanya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau huntara korban bencana karena ingin memastikan kondisi warganya dalam kondisi aman. "Saya minta untuk terus menjaga kesehatan dan tetap waspada karena musim hujan belum berakhir. Kalau mau tinggal di sini ya sudah gak apa-apa tapi tolong kepada ibu hamil dan lansia agar tetap tinggal di pengungsian (Dodiklatpur) sampai hunian tetapnya selesai kami bangun," katanya.

Bupati mengintruksikan kepada kepala dinas kesehatan agar mendirikan posko kesehatan dititik huntara di Kampung Cigobang.  "Untuk memantau kesehatan para korban terdampak bencana. Saya juga menginstruksikan agar kebutuhan warga korban terdampak bencana terpenuhi mulai dari kebutuhan pangan, kebutuhan sekolah, pakaian dan lain sebagainya," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook