Ruang Perpustakaan SDN Pamarican 1 Amblas

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 Februari 2020 - 15:56:49 WIB   |  dibaca: 76 kali
Ruang Perpustakaan SDN Pamarican 1 Amblas

ATAP JEBOL: Kepala SDN Pamarican 1 Sutomo dan guru olahraga melihat ruangan perpustakaan yang atapnya jebol, Senin (17/2. Selain atap jebol, lantai ruangan perpustakaan ini juga amblas sekitar 12 centimeter.

SERANG, BANTEN RAYA- Lantai ruangan perpustakaan SDN Pamarican 1 Kota Serang di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, sudah dua tahun terakhir amblas. Sedikit demi sedikit tanah yang amblas mencapai belasan centimeter dari permukaan lantai yang semula.

Kepala SDN Pamarican 1 Sutomo mengungkapkan bahwa seringnya air hujan menggenangi ruangan perpustakaan tersebut diduga menjadi penyebab amblasnya lantai di ruangan tersebut.“Kurang lebih 12 centi amblasnya itu sejak diserahkan,” kata Sutomo yang ditemui di sekolah, Senin (17/2).

Yang lebih parah, kata Sutomo, amblasnya lantai perpustakaan menyebabkan rak yang dipenuhi buku-buku di ruangan tersebut rubuh karena rak miring akibat lantai yang amblas. Saat ini rak diganjal menggunakan batu bata atau benda lain agar seimbang dan tidak miring sebelah.“Iya karena penurunan tadi jadi ambruk rak bukunya. Beruntung pas ambruk malam hari,” katanya.

Sutomo menyatakan bahwa semua orang bisa melihat sendiri amblasnya lantai perpustakaan. Hal itu dapat dilihat dari lantai di pintu masuk dan teras masih normal dan tidak ada penurunan. Begitu juga lantai di pinggiran ruangan yang menempel di dinding. Sementara lantai di bagian tengah ruangan lebih cekung akibat amblasnya tanah di dalamnya.“Walikota sudah berkunjung ke sini langsung dan sudah melihat,” katanya.

Sesuai arahan Walikota Serang Syafrudin saat berkunjung ke SDN Pamarican 1, solusi atas sekolah ini yang terjadi setiap tahun hanya dengan meninggikan bangunan sekolah. Bila tidak dilakukan, maka banjir akan selalu terjadi sebab posisi jalan raya lebih tinggi sekitar 60 senti di atas permukaan lantai sekolah.

“Kalau dulu pas masih aspal jalan lebih rendah dari sekolah sehingga air dari sekolah lancar ke jalan. Setelah ini dicor apalagi setelah gorong-gorong air ditimbun tanah, maka air mudah masuk ke sekolah,” ujarnya.

Sebanarnya bila hujan tidak dibarengi dengan robnya air laut maka banjir yang masuk ke sekolah akan cepat surut. Namun bila hujan dibarengi air rob maka pengalaman kemarin air bertahan selama tiga hari. Namun, karena guru-guru di sekolah tersebut sudah terbiasa dengan banjir, maka mereka sudah tidak mempedulikan lagi banjir dan menikmati saja waktu mengajar.

Ketua Komisi II DPRD Kota Serang Pujiyanto mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang memprioritaskan perbaikan SDN Pamarican 1, SDN Pamarican 2, dan SDN Padek 2. Karena anggaran tahun 2020 sudah berjalan, maka paling memungkinkan anggaran untuk ketiga sekolah itu masuk di APBD 2021. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook