Sekolah Utang untuk Gaji Guru Honorer

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 Februari 2020 - 15:59:05 WIB   |  dibaca: 173 kali
Sekolah Utang untuk Gaji Guru Honorer

TELAT CAIR: Sejumlah kepala SMP se-Kota Serang mengikuti rapat membahas USBN di SMPN 17 Kota Serang, kemarin.

Pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk triwulan pertama tahun ini terlambat cair. Imbas keterlambatan pencairan dana BOS tersebut, sejumlah sekolah terpaksa harus menggunakan dana talangan hingga puluhan juta, yang salah satunya untuk pembayaran gaji tenaga honorer.

Kepala SMPN 15 Serang Agus Muharam mengatakan, dana BOS untuk triwulan pertama tahun ini harusnya cair pada Januari, namun hingga pertengahan Februari ini belum juga cair. Sementara peruntukan dana BOS yang diterima oleh sekolahnya salah satunya untuk pembayaran gaji tenaga honorer yang terdiri dari tujuh guru honorer dan 11 pegawai tenaga kependidikan atau tata usaha (TU) honorer.

“Bulan kemarin diperkirakan kurang lebih Rp 15 juta untuk pembayaran gaji tenaga honorer. Kan mereka gak mau tahu karena kan tenaga honorer hidupnya bergantung dari dana BOS. Jadi kita sebisa-bisa mencarikan dana pinjaman untuk membayar guru honorer,” ujar Agus, ditemui setelah mengikuti kegiatan pembahasan tentang ujian sekolah berstandar nasional di SMPN 17 Kota Serang, Senin (17/2) sore sekitar pukul 15.45.

Lantaran dana BOS pada triwulan pertama tahun ini terlambat cair, pihaknya terpaksa harus meminjam dana talangan hingga puluhan juta rupiah untuk membayar gaji tenaga honorer di sekolahnya dan kebutuhan kegiatan lain yang ada di sekolahnya.

“Ya salah satunya meminjam aja itu. Kalau di sekolah itu ada dana talangan yang sifatnya uang koperasi guru atau tabungan siswa. Saya aja kemarin kurang lebih Rp 45 juta untuk satu bulan. Karena di situ ada pembayaran guru honorer, TU honorer dan pembelanjaan seperti ATK, foto copy, karena ATK itu selalu tiap hari dibutuhkan. Harapannya bagi kita dana BOS cepat turun tepat waktu karena melihat kondisi tenaga honorer yang harus dibayarkan,” ungkapnya.

Keluhan serupa dilontarkan Kepala SMPN 2 Serang Mudakir. Akan tetapi, di sekolahnya para tenaga honorernya mengerti bilamana dana BOS terlambat cair.“Iya kalau di SMPN 2 Serang mengerti guru-guru honorernya. Kalau dana BOS belum turun, guru-guru nunggu sampai cair. Dari awalnya komitmennya sudah jelas. Kalau dana BOS belum cair wayahnya,” ujar Mudakir.

Meski dana BOS terlambat cair, ia mengaku tidak berupaya untuk mencari dana talangan untuk membayar gaji tenaga honorernya yang berjumlah sembilan orang dan 12 tenaga kependidikan atau tata usaha honorer. “Gak kita gak mencari dana talangan. Dari mana uangnya,” tutur dia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, belum cairnya dana BOS hingga Februari ini belum bisa dikatakan terlambat.“Belum bisa disebut terlambat sekarang mah. Itu secara teori, prakteknya tidak pernah Januari cair. Biasanya triwulan satu Maret bahkan pernah April. Jadi kita tunggu ajalah, apalagi mekanismenya kan baru pencairan itu dari rekening kas umum negara RKUN langsung ke rekening sekolah,” kata Wasis ditemui di Puspemkot Serang, kemarin pagi.

Ia menjelaskan, penyaluran dana BOS tahun ini mengalami perubahan skema yang sebelumnya melalui pemerintah daerah, mulai tahun ini langsung ke rekening sekolah. “Kalau dulu kan dari RKUD Provinsi Banten ya tugas pembantuan. Ya tetap untuk penyalurannya ya mekanismenya ya tetap ada pengendalian dari provinsi juga. Mungkin perubahan ini menyebabkan ada proses-proses yang harus diubah. Kita tunggu ajalah. Ya mudah-mudahan bulan Maret awal sudah bisa cair,” terang dia.

Ia mengakui keterlambatan pencairan dana BOS ini akan berpengaruh pada pembayaran gaji tenaga honorer dan kebutuhan di sekolah.“Sekolah kalau disebut sulit mah sulit. Apalagi Februari mau udah tengah-tengahnya lewat udah tanggal 17 Febuari belum cair juga kan. Idealnya memang Januari idealnya. Tapi pada praketknya tidak pernah cair di Januari. Jadi kita masih menunggu," katanya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook