Pengunjung Berkaca-kaca, Menyentuh harus Punya Wudhu

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 18 Februari 2020 - 16:07:08 WIB   |  dibaca: 171 kali
Pengunjung Berkaca-kaca, Menyentuh harus Punya Wudhu

tERHARU: Pengunjung melihat pameran Artefak Nabi Muhammad SAW di Museum Kepurbakalaan Banten Lama, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (17/2). Sebanyak 13 artefak dipamerkan di sana.

KOTA SERANG - Ribuan pengunjung datang untuk melihat Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi Rodiallohu Anhu di Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama.Fajri melihat helai rambut Rasulullah SAW yang terbungkus di dalam wadah khusus persegi panjang transparan dengan penutup berwarna emas. Wadah itu ditutup lagi dengan kaca yang lebih besar berbentuk persegi empat sebagaimana tempat menaruh benda-benda bersejarah di Museum Banten Lama.

Tiba-tiba kesedihan menyelimuti hati Fajri dan kerinduan bertemu dengan Rasulullah SAW memenuhi relung hatinya. “Saya ingin segera bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” kata Fajri, Senin (17/2).

Fajri rela melintasi puluhan kilometer dari kampungnya di Pandeglang menuju ke Banten Lama di Kota Serang hanya untuk melihat benda-benda yang berkaitan dengan Rasulullah SAW. Benda-benda yang ia lihat yaitu tongkat yang digunakan oleh Rasulullah, rambut Rasulullah, dan darah hasil bekam Rasulullah SAW.

Ia yang mengaku ini adalah pertemuan pertamanya dengan benda-benda yang digunakan oleh Rasulullah atau bagian tubuh Rasulullah selama ia hidup. Ia sengaja mendatangi museum Banten Lama hanya untuk melihat peninggalan tersebut. “Saya beruntung bisa melihat ini semua,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa Jurusan Sejarah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Fajri juga ingin menambah wawasan seputar sejarah Islam, khususnya mengenai pribadi Rasulullah SAW. Ia berharap dengan telah bertemu secara langsung dengan bagian tubuh Rasulullah SAW ia akan diakui sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

Samsul, pengunjung lain dari Kabupaten Serang, mengaku seperti sedang bertatapan dengan Rasulullah SAW. Karena itu tak terasa matanya berkaca-kaca ketika melihat bagian tubuh Rasulullah SAW. Meski tidak pernah melihat sosok Rasulullah SAW secara langsung seperti para sahabat, ia bersyukur bisa melihat bagian kecil dari Rasulullah SAW secara langsung. “Mudah-mudahan saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW nanti di akhirat,” katanya.

Event Manager Jelajah Nusantara: Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi Rodiallohu Anhu Tifica Agung Gumilar mengungkapkan bahwa pada hari Senin kemarin dari sejak dibuka pada pagi hari pukul 08.00 sampai dengan pukul 14.00, ada sekitar 10.000 pengunjung yang datang untuk melihat barang peninggalan dan bagian tubuh Rasulullah SAW. Pada hari pertama pembukaan panitia tidak mencatat jumlah pengunjung namun diperkirakan ada sekitar 2.000 pengunjung yang hadir.

Tifica mengaku terharu dengan antusiasme masyarakat Banten yang datang dan ingin melihat barang peninggalan Rasulullah SAW. Bahkan ada rombongan yang tidak mempunyai uang sama sekali tetapi ingin melihat benda peninggalan tersebut. Dengan komunikasi yang baik, akhirnya ia mempersilakan rombongan tersebut  melihat-lihat dengan tidak dipungut biaya masuk. "Karena terharu saya fasilitasi mereka supaya bisa masuk," kata Tifica.

Ia mengungkapkan bahwa Pendiri Galeri Warisan MAR Profesor Abdul Manan Embong yang memiliki koleksi benda-benda Rasulullah SAW dan sahabat ini memiliki dua museum pribadi di Malaysia. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah koleksi pribadi milik Profesor Abdul Manan Embong. Namun bila dianalogikan dalam sebuah rumah, maka rumah itu akan sangat penuh dengan koleksi pribadinya yang dikumpulkan selama 30 tahun.

Panitia yang menggelar pameran pun tidak sembarangan memperlakukan barang-barang dan bagian tubuh Rasulullah SAW. Perlakuan khusus dilakukan, misalkan ketika akan menyentuh harus dalam kondisi memiliki wudhu dan tidak putus membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Barang-barang milik Rasulullah ini dinyatakan sebagai asli karena sudah memiliki sertifikasi dari Kerajaan Arab Saudi. Barang-barang milik Rasulullah itu di antaranya dihibahkan oleh Ahlul Bait atau keluarga Rasulullah SAW kepada Profesor Abdul Manan Embong. (MUHAMAD TOHIR)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook