Tiga Dibacok, Satu Tewas

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 18 Februari 2020 - 16:19:00 WIB   |  dibaca: 285 kali
Tiga Dibacok, Satu Tewas

Jenazah Khairul Anwar (40), korban pembacokan sedang dibawa ke rumah duka dari RSUD Cilegon, Senin (17/2) malam.

CILEGON, BANTEN RAYA - Tragedi pembacokan terhadap tiga orang terjadi di Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pangarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (17/2). Satu orang tewas, sedangkan dua lainnya mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Banten Raya, peristiwa pembacokan terjadi di sekitar PT Sumber Gunung Maju (SGM) Bojonegara, sekitar pukul 15.00. Saat peristiwa terjadi, tiga korban sedang mengawal truk bermuatan material batu yang melintas di sekitar PT SGM Bojonegara. Kemudian, korban yang menggunakan sepeda motor dibacok oleh pelaku dari belakang yang membuntuti menggunakan sepeda motor.

Korban seketika terjatuh di dekat truk yang sedang dikawalnya. Begitu juga dengan sepeda motornya juga tergeletak di jalan yang terbuat dari tanah. Tak lama, ada warga yang kebetulan melintas di sekitar tempat pembacokan dan melakukan pertolongan kepada korban.

Tiga korban pembacokan diketahui bernama Khairul Anwar (40), Syafrudin (45), dan Nursidi (35). Tiga korban tersebut kemudian dibawa oleh warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon dengan kondisi berlumuran darah. Sesampainya di RSUD Cilegon, salah satu korban yaitu Khairul Anwar meninggal dunia lantaran terus mengalami pendarahan di bagian dada. Diketahui, Khairul Anwar merupakan adik dari Syaefullah, Kepala Desa (Kades) Pangarengan, Bojonegara.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, tiga korban pembacokan dibawa ke RSUD Cilegon untuk mendapatkan perawatan. Akan tetapi, menurutnya, salah satu korban yaitu Khairul Anwar meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Cilegon. “Korban satu MD (meninggal dunia), dan dua masih dirawat di RSUD Cilegon,” kata Zamrul kepada wartawan, kemarin malam.

Zamrul menjelaskan, setelah mengetahui kejadian pembacokan tersebut, pihaknya bersama dengan anggota Polsek Bojonegara mendatangi lokasi kejadian. Beberapa pihak yang diduga terkait dengan kasus tersebut dimintai keterangan. “Kita amankan tiga orang berinisial N, B, dan S. Kita amankan setelah mendapat keterangan dari Polsek Bojonegara dan tokoh masyarakat sekitar,” terangnya.

Tiga orang yang diperiksa, kata Zamrul, terus dimintai keterangan oleh penyidik Polres Cilegon. Pihaknya juga masih mengembangkan keterangan tiga saksi, untuk mencari adanya orang lain yang terlibat dalam kasus tersebut. “Tiga orang yang kita amankan, dan masih bisa bertambah. Tapi orang yang kita amankan ini cukup kooperatif. Kita amankan masih di sekitar Cilegon,” tuturnya.

Zamrul menerangkan, motif pembacokan tersebut diduga karena persaingan bisnis. Ia meminta kepada warga di sekitar Bojonegara tetap tenang dan memercayakan penanganan kasus tersebut pada pihak kepolisian. “Ini motifnya persaingan bisnis saja. Masih terus kita dalami dan kita lakukan pengejaran ke orang yang diduga terlibat,” tutupnya.

Sementara itu, Kades Pengarengan Syaefullah mengatakan, kejadian pembacokan yang melibatkan kerabatnya terjadi saat para korban sedang mengawal truk bermuatan material batu menggunakan dua sepeda motor. “Kata warga yang lihat, adik saya sedang naik motor ada yang menghadang sekitar tujuh orang, terus dibacok,” ujar Syaefullah saat ditemui di RSUD Cilegon.

Syaefullah mengaku menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. Pantauan Banten Raya semalam, dua korban yang masih dirawat di RSUD Cilegon mendapat pengamanan ketat dari anggota polisi. (gillang)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook