Iti Amuk Sopir Truk Fuso

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 19 Februari 2020 - 13:56:55 WIB   |  dibaca: 125 kali
Iti Amuk Sopir Truk Fuso

MARAH-MARAH: Bupati Lebak (kiri) memarahi sopir truk pengangkut tanah merah di Pasirbuah Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (18/2). Jembatan yang rusak akibat dilalui truk galian c (foto bawah).

LEBAK, BANTEN RAYA- Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengamuk dan memarahi sopir truk fuso bermuatan tanah merah yang melintasi jalan Sajira-Curugbitung tepatnya di Kampung Pasirbuah, Desa Lebak Asih, Kecamatan Curugbitung, Selasa (18/2).

Truk fuso bermuatan tanah merah diamuk bupati karena muatannya melebihi batas tonase dengan berat mencapai 40 ton, sehingga menyebabkan jembatan dan jalan rusak dan licin karena ceceran tanah menutupi jalan Sajira-Curugbitung.

Berdasarkan Pantauan Banten Raya, sebelum ngamuk, Bupati Iti yang memiliki tujuan sepulang dari lokasi penanaman vetiver mau melihat bangunan baru Puskesmas Maja, dikagetkan dengan kondisi jembatan Cibeureum yang menghubungkan Kecamatan Sajira dengan Curugbitung. Begitu melintas jembatan berasa bergoyang dan sudah bolong-bolong.

Kemudian Iti berhenti dan marah karena jembatan dan jalan dibangun Rp 50 miliar dari APBD tahun 2018 dirusak oleh kendaraan fuso bermuatan tanah merah melebihi tonase. Saat di jembatan Bupati Iti memerintahkan petugas Dinas PUPR segera melakukan penanganan layaknya penanganan jembatan Ciujung Baru dan meminta Dinas Perhubungan menutup sementara jembatan karena kondisinya sudah membahayakan dan khawatir ambruk dan menelan korban jiwa.

Selanjutnya, Iti melanjutkan perjalanan. Namun di tengah perjalanan tepatnya di depan SMP dan SMAN 1 Curugbitung, Bupati Iti turun dari mobil dinasnya dan langsung menyetop truk fuso bermuatan tanah merah. Iti loncat menuju jendela mobil lalu menanyakan SIM dan STNK. Sopir truk mengaku tidak membawa karena tidak diberikan oleh bos-nya.

Iti lantas mencabut kunci kontak truk dan meminta Kasatpol PP mendata sopir dan meminta bosnya untuk mengambil ke kantor bupati. Kunci mobil yang dicabut mencapai puluhan yang tersebar di empat lokasi galian C.

"Turun dulu, ngapain lu bawa mobi gak bawa STNK, berhenti kamu ke pinggir. Sudah ngerusak jalan saya. Berapa jumlah wajib pajak rakyat untuk membangun jalan, Rp 50 miliar kamu rusak, jalan licin jembatan aing dirusak deui kudaria," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat memarahi sopir truk fuso yang membawa muatan tanah di depan SMP dan SMA Negeri 1 Curugbitung, Selasa (18/2).

Bupati Iti menegaskan, berapa pajak masyarakat untuk membangun jalan ini. Tapi yang menikmati jalan ini segelintir orang di luar Lebak. "Jalan di Lebak dirusak yang menikmati bos-bos anda. Makanya kasih tahu ke bos, suruh datang ke kantor bupati ambil kuncinya, berantem-berantem dengan saya," katanya.

"Tiap hari ratusan truk fuso menjalankan aktivitas muatan tanah merah. Saya kira ini untuk jalan tol Serang-Panimbang tahunya bukan melainkan untuk perumahan di Cidadap dan Jalan Tol Tangerang," timpalnya.

Iti menegaskan bahwa dirinya tidak menghalang-halangi orang yang mau usaha. Akan tetapi tempuh prosedur yang benar. "Ini kan jalan kabupaten, sedangkan satu truk fuso memuat tanah ini sampai 40 ton. Ya jelas jalan dan jembatan rusak terus lagi tidak mengantongi izin," katanya.

Bupati Iti mengungkapkan, keberadaan aktivitas galian C hanya menyebabkan kerusakan pada jalan dan jembatan serta membahayakan keselamatan jiwa pengguna jalan. "Berapa kerusakan, belum berapa orang celaka dan belum ada yang meninggal.

Pengusaha enak dapat untung tapi rakyat sedikit-sedikit mengumpulkan pajak untuk ngebangun jalan ini. Sudah ngasih pajak berapa, kagak ada loh cengar-cengir mau gua tampol, bayar pajak kagak," katanya.

Sekda Lebak Dede Jaelani menambahkan, selain tidak membawa SIM dan STNK, kendaraan memuatan tanah merah melebihi tonase. "Ini kan jalan kelas 2 tetapi ini muatan mencapai 40 ton.Muatan tanah merah ini mau dibawa ke Dadap untuk perumahan dan ada yang ke jalan tol Cipondoh. Kalau untuk jalan tol kita minta untuk beban muatan ikuti prosedur dan aturan," katanya.

Hamdan, pelaksana lapangan di salah satu lokasi galian C mengaku, muatan tanah merah yang diangkut untuk pembangunan jalan tol Cipondoh Tangerang. Sementara itu, Santi selaku pelaksana galian C untuk perumahan di Dadap Tangerang terlihat pasrah saat bupati meminta puluhan kunci truk fuso termasuk satu alat berat.

Salah satu sopir truk fuso Mubin mengatakan, muatan tanah mau dibawa ke Cipondoh ke jalan tol Tangerang. "Kalau untuk SIM dan STNK gak bawa jadi mobil bodong saja. Sudah peraturan dari sana, SIM dan STNK ditahan sama bos," katanya.

Mubin mengaku aktivitas kendaraan mulai jalan jam 22.00. Jadi setelah dimuat kendaraan diparkirkan terlebih dahulu. "Kalau siang kita gak jalan soalnya kan gak boleh sama Dishub Kabupaten Tangerang. Jam delapan malam juga gak boleh, bisa lewat diatas jam sepuluh malam," katanya.

Salah satu sopir lainnya mengaku, lokasi galian C banyak dari beberapa pengusaha. "Kalau nama perusahaannya itu BKPM untuk di Dadap, dan kalau perusahan LMA untuk tol. Kalau soal kebersihan jalan dari ceceran tanah ada divisi galian kalau kita hanya driver aja," katanya.(purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook