DPRD Soroti Pusat Informasi Kebencanaan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 20 Februari 2020 - 15:51:59 WIB   |  dibaca: 52 kali
DPRD Soroti Pusat Informasi Kebencanaan

PAPARAN: Plt Kepala Pelaksana BPBD Banten E Kusmayadi (berdiri) paparan saat kunjungan Komisi V DPRD Banten, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Komisi V DPRD Provinsi Banten menyoroti kinerja media center atau pusat informasi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten. Mereka menilai fasilitas itu masih belum optimal dalam mendukung penanggulangan kebencanaan.Demikian terungkap dalam kunjungan kerja Komisi V DPRD Banten ke kantor BPBD Banten, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (19/2).

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten M Nizar mengatakan, kunjungan itu dalam rangka mengevaluasi kinerja BPBD tahun anggaran 2019. Hasilnya ada beberapa hal yang menjadi perhartiannya, salah satunya adalah terkait media center.“Tadi juga dibahas terhadap banjir bandang di Kabupaten Lebak dan pengentasan persoalan yang terjadi. Kritik komisi V adalah fasilitas semacam media informasi,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, sorotan diberikan terhadap fasilitas itu dikarenakan kinerjanya yang belum optimal. Bahkan dari pihak BPBD pun telah mengakui apa yang disampaikan oleh DPRD.“Sudah dijawab semua dan memang telah diakui oleh BPBD. Itu akan akan dibenahi dan kemudian kita juga mendorong itu bersama Komisi V,” katanya.

Dari pertemuan itu, kata dia, Komisi V berkomitmen untuk mendorong BPBD untuk bisa berkinerja lebih baik lagi. Salah satunya adalah mengawal program-program pencegahan dan penanggulangan bencana yang diusulkan oleh BPBD.

“Ke depan BPBD akan melakukan penganggaran dan komisi V akan mendukung. Jangan BPBD sudah menyiapkan gudang yang begitu besar tapi isi enggak ada. Kalau selama ini ada baper stok tapi (disediakan) dari BNPB (badan nasional penanggulangan bencana), dari pusat,” ungkapnya.   

Penguatan BPBD dinilai perlu dilakukan karena Banten merupakan provinsi dengan potensi bencana yang cukup tinggi. “Banten menjadi salah satu daerah yang potensi bencanannya di atas (tinggi). Kita berharap Banten harus siap mengatasi persoalan itu,” tuturnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten E Kusmayadi mengakui pihaknya masih belum optimal menjalankan fasilitas media center. Hal itu terjadi karena terbentur dengan terbatasnya ketersediaan sumber daya manusia (SDM).“Kita akui dan kita akan perbaiki menyiapkan tenaga, kelemahaannya di SDM. Untuk call center sebenarnya sudah ada dan 24 jam. Kemarin itu ada kesalahan karena nomornya berganti,” ujarnya.

Senada dengan Nizar, pada tahun anggaran berikutnya atau 2021 pihaknya akan mendorong anggaran pengadaan baper stok. Ia ingin Banten memiliki baper stok tersendiri disamping menerima suplai dari pemerintah pusat.“Komisi V juga mendorong agar bisa melayani masyarakat dari aspek penyediaan logistik,” tuturnya. (dewa/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook