Operasi Pasar Bawang Putih Diserbu Warga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 20 Februari 2020 - 15:52:59 WIB   |  dibaca: 75 kali
Operasi Pasar Bawang Putih  Diserbu Warga

DISERBU PEMBELI: Sejumlah masyarakat membeli bawang putih di salah satu kendaraan saat operaasi pasar bawang putih di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA- Masyarakat biasa dan pedagang menyerbu operasi pasar (OP) bawang putih yang digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI, di Pasar Induk Rau (PIR) dan Pasar Lama, Kota Serang, Rabu (19/2). Saking semangatnya, banyak warga yang melebihi melebihi kuota yang ditentukan.Operasi pasar ini bertujuan untuk menyetabilkan harga bawang putih yang belakangan ini harganya masih tinggi, yakni mencapai Rp 60 ribu per kilogram.

Pantuan Banten Raya di lokasi, puluhan masyarakat terlihat antusias membeli bawang putih dengan harga Rp 32 ribu per kilogram. Masyarakat membeli bawang putih hingga 10 kilogram (kg), bahkan ada pedagang yang membeli hingga satu karung. Padahal dalam aturanya, masyarakat biasa hanya dibolehkan membeli satu kilogram, dan lima kilogram untuk pedagang. Tingginya daya beli masyarakat dan pedagang terhadap bawang putih di operasi pasar itu, dikhawatirkan dimanfaatkan untuk praktik penimbunan.

Mengomentari hal ini, Kepala UPT Pasar Indur Rau (PIR) pada Disperdaginkop dan UKM Kota Serang Muhammad Zen membenarkan bahwa pembeli hanya diperbolehkan membeli satu kilogram bawang putih, dan untuk pedagang hanya lima kilogram.

Namun pada kenyataannya tak sedikit pembeli yang membeli bawang putih melebihi kuota yang ditentukan. Hal itu diperbolehkan asal stok bawang putih dari Kementan masih tersedia cukup banyak.“Itu situasional aja, kalau pembeli minta dua kilogram ya kami berikan, itu pun kalau memang stok masih banyak dan pembeli tidak ada, tentu kami berikan,” ujar Zen, kepada awak media.

Ia mengaku pihaknya berkoordinasi dengan Kementan RI untuk mengawasi masyarakat dan pedagang agar tidak ada penimbunan barang. Sebab, operasi itu bukan milik Disperdaginkop dan UKM Kota Serang.“Nanti kami akan koordinasi lagi, karena ini kegiatan dari Kementan,” ucap dia.

Zen menyebutkan, pasokan bawang putih untuk operasi pasar di Kota Serang sebanyak 1,2 ton. Bawang putih sebanyak itu dibagi di Pasar Induk Rau 900 kilogram, dan Pasar Lama Kota Serang sebanyak 300 kilogram.“Ini difokuskan untuk pembeli dan pedagang saja, harganya itu Rp 32 ribu per kilogram. Harga ini sudah ketentuan dari kementan. Operasi pasarnya sendiri hanya satu hari ini aja,” jelasnya.

Menurut dia, harga bawang putih di Kota Serang sudah stabil, makanya tidak heran bila masyarakat dan pedagang yang membeli bawang putih di PIR dan Pasar Lama tidak begitu ramai.“Harganya sudah mulai stabil. Harga bawang putih kotor Rp 29 ribu sampai Rp 32 ribu. Dan harga bawang putih bersih Rp 38 ribu per kilogram,” ungkap Zen.

Penjual bawang putih dari Toko Tani Indonesia Kurniawan mengatakan, dirinya tetap melayani masyarakat dan pedagang yang membeli melebih ketentuan. Hanya saja harus ada pengawasan agar bawang putih yang dijual agar tetap Rp 32 ribu per kilogram.“Untuk satu karung itu sekitar Rp 20 kilogram, ada yang beli dari pedagang, kita layani, asalkan harga yang jual tetap sama, tapi tetap harus ada pengawasan,” ujar Kurniawan.

Seorang pembeli bawang putih di PIR Ilsa mengaku dirinya membeli 10 kilogram. Bawang putih tersebut untuk dikonsumsi di pondok pesantrennya.“Mumpung harganya lagi murah. Makanya saya beli banyak untuk di pondok. Walau pun mahal tapi pembelian bawang putih tidak berkurang karena ini komoditas yang wajib,” kata Ilsa. (harir/rahmat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook