Utamakan Persahabatan, Siapkan Album Journey

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 20 Februari 2020 - 16:00:50 WIB   |  dibaca: 109 kali
Utamakan Persahabatan, Siapkan Album Journey

MUSIK KERAS: Band rock asal Serang B-Circle saat manggung dalam sebuah acara, belum lama ini.

KOTA SERANG - Membicarakan band lokal di Banten tentu tak lengkap bila tidak membahas band rock B-Circle, asal Kota Serang. Mengusung lagu-lagu energik, band lokal asal Serang ini masih eksis di jalur musik cadas.

B-Circle telah melintasi beberapa era musik di Tanah Air. Anggota band ini telah malang-melintang di dunia musik mulai dari era kaset, CD, sampai dengan era internet. Semangat mereka tidak pernah padam meski dunia musik saat ini seperti sedang lesu.

Ditemui di Studi Decade di Ciracas, Kota Serang, Iwan Beenk, sang vocalis B-Circle mengungkapkan bahwa B-Circle terbentuk sekitar tahun 2007 atas kecintaan para personelnya pada musik rock.Pada pembentukan awal, band ini digawangi Iwan Beenk (vocal), Yudi Charix (gitar), dan Iman Tole (bass). Ketiga personel inilah yang sampai saat ini terus bertahan.

Sementara personel lain sempat bergonta-ganti. Posisi drumer, misalnya, sempat diisi oleh Opick Picko lalu diganti Ardy, dan sekarang ditempati Gentur Adyyasa. Setelah beberapa tahun formasi personel band bongkar pasang, saat ini B-Circle beranggotakan Iwan Beenk (vocal), Iman Tole (bass), Raga (gitar), Vicky Kalengkongan (gitar), dan Gentur Adyyasa (drum).
“B-Circle dibentuk pertama kali oleh saya, Yudi Charix, dan Iman Tole. Sementara yang lain bergantian,” kata Iwan Beenk, Senin (17/2) malam.

Iwan Beenk menceritakan bahwa B-Circle bermakna Beenk and The Circle. Sebagai sebuah lingkaran, B-Circle menaungi teman dan saudara. Karena itu, pertemanan dan kekeluargaan di antara mereka sangat kental. Saat ini meski secara fisik antar personel B-Circle jarang bertemu, namun komunikasi melalui ponsel tetap berjalan intens.

Karena kentalnya persahabatan dan kekeluargaan itu pula, mantan personel B-Circle yang sudah keluar tidak jarang diikutsertakan saat manggung, meski statusnya sudah bukan anggota lagi. Keluar-masuknya personel B-Circle memang tidak seperti band-band pada umumnya.

Bila lazimnya setelah keluar personel band tidak akan dilibatkan, kebiasaan semacam ini tidak terjadi pada B-Circle. Personel yang sebelumnya keluar pun saat tertentu bisa main lagi dengan anggota B-Circle dalam sebuah panggung.

Ini terjadi karena ketika keluar, personel B-Circle tidak dalam posisi memiliki masalah. Mereka yang keluar biasanya karena ada alasan yang tidak memungkinkan mereka bisa mentas, misalkan karena kesibukan pekerjaan, karena itu persahabatan di antara personel B-Circle tetap terjaga dan memungkinkan anggota lama bisa bergabung lagi dalam event tertentu.

Iwan Beenk mengungkapkan, sebelum tahun 2000, ia merantau ke Jakarta untuk mengasah kemampuan bermusiknya. Di sana ia membentuk band Bahana. Lalu pada tahun 2000-an ia pulang kampung ke Serang dan membentuk B-Circle. Iwan Beenk berpikir, ia tidak perlu membesarkan Jakarta karena Serang lebih membutuhkannya. “Saya pulang ke Serang tahun 2000-an. Waktu itu saya pikir ngapain saya ngegedein band di Jakarta,” katanya.

Sejak saat itu B-Circle manggung dari satu panggung ke panggung lain. Sejumlah daerah di Banten sudah sering menjadi tempat bermain B-Circle. Menamakan diri sebagai band lokal, B-Circle lebih banyak mengeksplorasi daerah Banten sebagai panggung guna menunjukkan eksistensi.

Kini, B-Circle sedang mempersiapkan album yang diberi judul Journey. Album ini berisi lagu-lagu ciptaan personel B-Circle. Rencananya album berisi tujuh lagu bertemakan cinta dan persahabatan ini akan dirilis pada April 2020 mendatang, sekaligus rilis video klipnya.

Iwan Beenk menuturkan, seharusnya mini album ini dirilis tahun 2018 lalu. Namun, beberapa kendala menghambat, salah satunya file video klip yang sedang dalam proses editing sempat terserang virus, sehingga beberapa adegan hilang dan harus ditambal dengan membuat video baru. “Kendala lainnya mood kita juga suka naek turun,” kata Iwan Beenk tertawa.

Iman Tole mengatakan bahwa meski B-Circle terbentuk tahun 2007, namun kecocokan di antara personelnya sudah terbentuk sebelum itu. Di tahun 2007 itu pula B-Circle sempat mencetak secara mandiri mini album sebanyak 2.000 copy. Namun, album itu dibagikan begitu saja kepada teman dan fans karena memang tidak untuk dijual. Lalu, kenapa memilih rock?  “Rock itu lebih bergairah. Lebih berkeringat,” katanya. (MUHAMAD TOHIR)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook