Gaji Guru Honorer di Banten Naik

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 21 Februari 2020 - 12:57:46 WIB   |  dibaca: 387 kali
Gaji Guru Honorer di Banten Naik

MENGABDI UNTUK MASYARAKAT : Salah seorang guru honorer di Pondok Pesantren Turus Pandeglang nampak serius mengajar.

SERANG, BANTEN RAYA-Pemerintah Provinsi Banten menaikan honor bagi para guru honorer di Provinsi Banten. Hal tersebut disampaikan M. Yusuf, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.

Kepada Banten Raya, M. Yusuf menyampaikan bahwa bantuan operasional (BOS) nasional diperuntukan untuk operasional sekolah, sedangka BOS Daerah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer. "Semua guru yang belum menjadi pegawai negeri di Banten naik honornya. Ini salah satu bentuk komitmen Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Banten untuk mensejahterakan guru," kata Yusuf,kemarin.

Ia mengaku, BOS Daerah sudah dicarikan oleh Dindikbud Banten, sedangkan yang belum cair adalah BOS nasional. Sedangkan untuk pencairan sendiri, langsung ditransfer ke rekening sekolah masing-masing. "Untuk nilai pastinya saya kurang hafal," ungkapnya.

Senada disampaikan M. Taqwim, Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan pada Dindikbud Banten, saat ini pembagian tugas dan wewenang pengelolaan sekolah dibagi ke dalam tiga kantor cabang dinas, yaitu Serang-Cilegon, Pandeglang-Lebak dan Tangerang Raya.

"Kenaikan honor bagi guru honorer tergantung dari lokasi guru tersebut bertugas. Jika tidak salah untuk Serang-Cilegon naik menjadi Rp1,5 juta yang awalnya Rp1,1 juta, Pandeglang-Lebak menjadi Rp1,1 juta yang awalnya Rp850 ribu dan Tangerang Raya menjadi Rp1,7 juta yang awalnya Rp1,5 juta. Untuk kepastiannya bisa melihat di Peraturan Gubernur," ungkap serya mengatakan bahwa alokasi kenaikan honor tersebut berasal dari BOS Daerah.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan pencairan dana BOS langsung ke rekening sekolah. Sebelumnya, proses transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD)."Sebelumnya Kementerian Keuangan transfer ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), sekarang langsung ke rekening sekolah," kata Nadiem.

Ketiga kementerian ini sepakat mengubah skema pencairan dana BOS. Pengubahan skema itu hanya berlaku pada dana BOS reguler, dan tidak berlaku pada BOS kinerja dan BOS afirmasi. Perubahan skema berlaku untuk seluruh sekolah di Indonesia, terutama kepada sekolah negeri dan beberapa sekolah swasta yang menerima.

Perubahan yang terjadi adalah pada besaran unit cost, dimana untuk Sekolah Dasar (SD) menjadi Rp900 ribu per anak dari yang sebelumnya Rp 800 ribu. Lalu, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi Rp 1,1 juta per anak dari yang sebelumnya Rp 1 juta. Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi Rp 1,5 juta per anak dari yang sebelumnya Rp 1,4 juta, dan untuk SMK tetap samayaitu Rp 2 juta per anak. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook