9 Mahasiswa Asal Banten Akan Kembali ke China

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 21 Februari 2020 - 13:01:29 WIB   |  dibaca: 191 kali
9 Mahasiswa Asal Banten Akan Kembali ke China

AKAN BANGUN BANTEN : Sembilan mahasiswa asal Banten yang kuliah di China foto bersama usai melakukan kunjungan ke kantor Dinas Sosial Provinsi Banten, kemarin. Usai lulus dari perguruan tinggi di China, mereka akan kembali ke Banten untuk berkontribusi membangun Banten.

SERANG, BANTEN RAYA-Sebanyak sembilan warga Banten yang mengenyam pendidikan di China rencananya akan kembali ke negeri tirai bambu tersebut. Pasalnya, mereka sudah terikat kontrak dengan perusahaan yang memberikan beasiswa pendidikan.

Menurut Royadin, salah seorang mahasiswa Changzhou Institute of Mecahtronic, China, rencananya bulan Maret mendatang pihak kampus meminta dirinya untuk kembali ke China untuk mengikuti proses belajar mengajar di kampus tersebut.

Ia mengaku tidak takut dengan adanya penyebaran virus corona di China, karena lokasi kampus dengan tempatnya belajar sangat jauh. Tidak hanya itu, Royadin juga mendapatkan dukungan dari orangtua untuk melanjutkan studi ke China.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari pihak kampus, Pemerintah China sudah mampu menangani penyebaran virus tersebut. Untuk tanggal keberangkatan, saya masih menunggu arahan dari pihak kampus," kata warga Petir ini kepada awak media, saat mengunjungi Kantor Dinas Sosial Provinsi Banten, Kamis (20/2).

Katanya, proses kegiatan belajar mengajar di Changzhou Institute of Mecahtronic, China sudah berjalan sejak bulan Februari. Pihak kampus pun memberikan keringanan untuk para mahasiswanya untuk mengikuti perkuliahan dengan online."Perkuliahan dengan sistem online, jadi saya tidak ketinggalan mata pelajaran. Sedangkan untuk biaya, saya menggunakan biaya sendiri untuk kembali ke China," ungkapnya.

Senada disampaikan Prihartini Dewi, mahasiswi Wuxi Intitute of Teknology, akan kembali ke China untuk melanjutkan pendidikan, karena sudah terikat kontrak dengan pihak perusahaan. Pihaknya juga masih menunggu arahan dari pihak kampus terkait jadwal pemberangkatan.

"Kami semuanya tidak terjangkit virus corona, hal tersebut diakui oleh Pemerintah Indonesia dan China. Karena kami sudah mengikuti sejumlah tahapan karantina yang lumayan panjang, untuk mengetahuai kami terjangkit viruas corona atau tidak. Puji Tuhan, kami sehat dan dinyatakan tidak terjangkit virus corona," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Kusmayadi menyampaikan, bahwa ke-sembilan warga Banten yang kuliah di China ini sudah dinyatakan bebas terjangkit corona. Hal tersebut merupakan hasil dari masa observasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia."Di Provinsi Banten sendiri, mereka juga mengikuti pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten di Rumah Sakit Umum Daerah Banten," katanya.

Terkait kedatangan ke-sembilan mahasiswa ini, Kusmayadi menjelaskan, bahwa pemulangan ke sembilan mahasiswa asal Banten dari China ini menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Banten."Sehingga dibutuhkan pertanggungjawaban pengunaan uang negara tersebut. Oleh karena itu mereka dipanggil untuk menyelesaikan persoalan administrasi, terkait penggunaan anggaran negara," ungkapnya.

Sementara itu, Budi Darma, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial Banten mengucapkan keprihatinan yang mendalam terhadap warga Banten yang kuliah dan bekerja di China. Namun hal yang terpenting saat ini adalah, warga Banten yang kuliah dan bekerja di China dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan dinyatakan tidak terjangkit virus corona.

"Rencananya para mahasiswa ini akan diberikan bantuan sosial yang posnya berasal dari pos bantuan sosial tidak terencana. Soal besaran bantuan tersebut, akan dirundingkan dengan pihak inspektorat. Ini salah satu bentuk nyata, bahwa Pemprov Banten hadir memberikan perhatian kepada warga Banten yang kuliah di China," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook