Komisi V Minta Percepat Pembangunan Karian

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 21 Februari 2020 - 14:57:27 WIB   |  dibaca: 101 kali
Komisi V Minta Percepat Pembangunan Karian

HARUS DIPERCEPAT: Wakil Bupati Ade Sumardi menyambut kedatangan rombongan Komisi V DPR RI, di Gedung Negara Pemkab Lebak, Kamis (20/2).

LEBAK, BANTEN RAYA- Komisi V DPR RI meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung dan Cidurian (BBWSC3) mempercepat pembangunan Bendung Karian di Kabupaten Lebak. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae usai meninjau progres pembangunan Bendung Karian, di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kamis (20/2).

"Kita Komisi V memberi apresiasi kepada Presiden RI Pak Joko Widodo karena telah menetapkan 5 bendungan di seluruh Indonesia, salah satunya di Lebak sini. Itu juga tujuan dua hal penting untuk mereduksi banjir dan air baku buat dua provinsi, DKI dan Banten. Tetapi bahwa kalau kita lihat proses pembangunan yang sudah lima tahun sekarang kita berharap bahwa itu lebih dipercepat lagi," kata Ridwan Bae di Pendopo Bupati.

Ridwan mengatakan, kalau ada masalah di lapangan agar segera berkordinasi dengan kementerian PU agar segera mengambil langkah konkrit. Supaya jangan terjadi keterlambatan-keterlambatan."Kalau kita tadi dengar cerita kepala balai (BBWSC3) hampir saja yang namanya Banten habis tenggelam.

Untung saja itu walau pun belum terlalu kelar tapi itu sudah ada bendungan. Oleh karena itu saya ingin mengatakan Pak Joko Widodo tak salah menempatkan menteri Basuki adalah yang menetapkan tempat itu yang pada akhirnya belum kelar pun sudah mampu mengatasi masalah banjir yang ada di Banten ini," katanya.

Ridwan berharap, semua proyek bendungan cepat selesai agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. "Kita juga berharap bupati dan gubernur berperan aktif membantu kementerian PUPR, termasuk bendunga ini agar segera diselesaikan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sini.

Saya ingin garis bawahi bahwa anggaran ini kurang lebih senilai Rp 2,4 triliun, bantuan dari Korea, dan karena pinjaman Korea mewajibkan pengerjaan dari Korea. Perlu pemikiran jauh Bapak Presiden kita, kalau bisa ini diminimalisisasi, karena uangnya kembali lagi ke negaranya ke Korea," katanya.

Ketika ditanya bagaimana penanganan bencana longsor dan banjir bandang di Lebak, Ridwan mengungkapkan, penanganan banjir sudah ditangani baik. "Jadi tidak ada masalah. Ada juga masalah itu ada irigasi rusak 1.000 hektare, kalau tidak segera ditangani panen mereka akan gagal," katanya.

Kepala BBWSC3 Tris Rahadian menuturkan, pembangunan Waduk Karian terus dipercepat dan saat ini memasuki prosres pembebasan lahan warga. "Pembebasan sekarang sangat dihargai sekali menguntungkan terkena dampak. Namun kita juga meminta supaya uang ada tidak digunakan sembarangan, tapi untuk kebutuhan masa depan jangan sampai nanti menjadi penonton," katanya.

Tris mengungkapkan, upaya yang dilakukan pihaknya yaitu memberikan saran kepada para orangtua, menyekolahkan anaknya ke sekolah jurusan kepariwisataan. "Untuk wisata kita sudah koordinasi dengan Bappeda. Nanti kita punya wisata di daerah hulu," katanya.

Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengapresiasi, kunjungan kerja Komisi V. "Kami hanya mengharpakan segera dilakukan pembayaran ganti rugi lahan warga terkena area genangan Karian. Karena itu paling mendesak untuk kelancaran proses relokasi warga korban bencana banjir bandang," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook