Lahan Relokasi Korban Bencana Belum Jelas

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 15:34:35 WIB   |  dibaca: 70 kali
Lahan Relokasi Korban Bencana Belum Jelas

TERKATUNG-KATUNG : Sebanyak 448 jiwa warga Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong tinggal di hunian sementara beratapkan terpal, Rabu (26/2).

LEBAK, BANTEN RAYA- Pemerintah pusat melalui Pemkab Lebak belum menetapkan relokasi untuk hunian tetap (huntap) ribuan warga korban bencana longsor dan banjir bandang sungai Cidurian dan Ciberang di enam kecamatan di Kabupaten Lebak. Lokasi lahan yang dijanjikan pemerintah untuk merelokasi warga korban bencana masih gaib alias belum ada kejelasan dimana tempatnya.

"Janji pemerintah soal mau menyediakan lahan relokasi dan huntap masih gaib. Padahal kami sangat membutuhkannya untuk dapat melanjutkan kehidupan layak," kata Marzu, warga Kampung Cigobang yang tinggal di hunian sementara di Kampung Cibandung, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Rabu (26/2).

Menurutnya, belum adanya lahan relokasi dan huntap memaksa dirinya tinggal di hunian sementara beratapkan terpal, serta di lokasi bukan tanah milik pribadi. "Tinggal di huntara ini tentunya membuat hidup kita terasa terlunta-lunta sekali pun di kampung halaman sendiri tetapi membuat pemikiran hampa. Lantaran untuk melanjutkan hidup saat ini kita masih mengandalkan bantuan sembako karena memang belum memiliki pekerjaan," katanya.

Marzu mengaku, sebelum terjadi bencana dirinya memiliki usaha material menjual aneka kusen dari kayu, sehingga setiap harinya ada saja pemasukan. "Tapi kini semuanya sudah tidak bisa lagi karena tidak memiliki modal untuk buka usaha materialnya lagi.  Maka dari itu saya sangat mengharapkan uang bantuan yang dijanjikan pemerintah, baik itu huntap dan uang tunggu hunian yang katanya per bulan dapat Rp 500 ribu," katanya.

Marzu mengaku uang bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk modal usaha. Kalau menghitung nilai nominal kecil tetapi lumayan bisa untuk modal. "Kalau untuk makan kan saat ini sudah ada bantuan sembako. Cuma yang paling dibutuhkan itu bantuan modal, harapannya pemerintah juga kasih modal buat korban bencana," katanya.

Warga lainnya, Marsito mengakui dirinya juga sama berharap segera memiliki hunian tetap. "Karena belum ada, maka saya terpaksa bangun huntara yang ngabisin Rp 1 juta. Ini juga pake uang tabungan istri, sampai ngambek uang tabungannya habis sementara pekerjaan belum dapet," katanya.

Marsito berharap bisa mendapatkan bantuan modal untuk dapat buka usahanya kembali. Saat belum tertimpa bencana, dirinya memiliki usaha membuat beragam macam kusen kayu.
"Kalau Marzu yang menjualkan, sedangkan saya yang membuat. Tapi kini sudah gak bisa lagi karena memang peralatannya juga hanyut terbawa banjir," katanya seraya mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan untuk membeli peralatan sekitar Rp 15 juta.

"Buka usaha lagi mau tapi gak ada modal karena uang yang ada dalam tabungan habis buat makan sehari-hari dan bangun huntara. Bahkan kemarin saya sampai diuber-uber sama pihak bank, karena belum bisa bayar cicilan. Terus saya omongin kalau saya ini dapat musibah, rumah saja gak ada," katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Lebak Madlias menuturkan, jumlah korban bencana warga Kampung Cigobang yang membangun huntara di Cibandung bertambah. "Sebelumnya sebanyak 80 KK (kepala keluarga) sekarang bertambah menjadi 140 KK. Terdiri dari 52 KK rumahnya hilang dan tidak layak pakai sebanyak 88 KK," katanya.

Madlias menuturkan, lokasi huntara tersebar di empat titik. Lokasi titik pertama sebanyak 28 KK, titik kedua sebanyak 57 KK. "Selanjutnya titik ketiga sebanyak 34 KK dan titik keempat sebanyak 18 KK, dan yang di lahan Ustad Dadi ada 3 KK. Total jiwa sebanyak 448 jiwa, hasil pendataan hari Senin 24 Februari," katanya.

Madlias menambahkan, selain di Cibandung, korban bencana masih ada yang bertahan di posko pengungsian di Dodiklatpur dan Gosala. "Di Dodiklatpur jumlah pengungsi sebanyak 26 KK dan di Gosala sekarang berkurang dari pekan lalu sebanyak 19 KK sekarang masih bertahan 15 KK lagi. Untuk sandang pangannya kita suplay terus, ketika sudah habis maka logistik langsung didistribusikan ke posko pengungsian," katanya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lebak Febby Rizky Pratama membenarkan, bahwa bantuan huntap dari pusat belum turun. Menurutnya, bantuan akan turun ketika memang lokasi relokasi untuk bangun huntap sudah ada.

"Untuk sementara ini lokasi relokasi belum ditetapkan atau belum ada kalau sudah ditetapkan barulah nanti bantuan stimulan dari pusat turun," katanya.Kabag Administrasi Pembangunan Setda Lebak Azis Suhendi menuturkan, terkait lahan relokasi masih dalam tahap survey. "Masih disurvey," katanya singkat. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook