Banjir di Ciwajik Belum ada Solusi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 15:42:26 WIB   |  dibaca: 57 kali
Banjir di Ciwajik Belum ada Solusi

BELUM SURUT : Yayasan Pendidikan Islam Tisatul Mau’idzoh di Kampung Ciwajik, Desa Kibin, Kecamatan Kibin masih tergenang air, Rabu (26/2).

SERANG, BANTEN RAYA – Hujan deras yang terjadi pada Selasa dini hari (26/2) di Kecamatan Kibin dan sekitarnya menyebabkan Yayasan Pendidikan Islam Tisatul Mau'idzoh di Kampung Ciwajik, Desa Kibin, Kecamatan Kibin terdampak banjir. Yayasan tersebut kerap terdampak banjir karena posisinya di tengah-tengah sawah sehingga belum ada solusi untuk penanganannya.

Camat Kibin Imron mengatakan, banjir yang terjadi di  Yayasan Pendidikan Islam Tisatul Mau'idzoh dipastikan bukan karena disebabkan air kiriman, namun karena disebabkan hujan dengan intensitas tinggi. “Kalau yayasan di Kampung Ciwajik itu setiap hujan besar pasti banjir karena posisinya rendah dan di sekelilingnya sawah. Jadi air dari sawah masuk ke yayasan,” ujar Imron, Rabu (26/2).

Ia menjelaskan, posisi yayasan yang berada di tengah-tengah sawah membuat penanganan menjadi sulit dan untuk surut harus menunggu panas. “Kalau tidak ada hujan baru bisa surut. Hari ini (kemarin-red) sedikit-sedikit mulai surut karena enggak turun hujan. Kalau penanganan banjirnya tetap dilakukan, bantuan dari pemerintah diberikan kepada santri-santri yang terdampak banjir,” katanya.

Imron menuturkan, agar yayasan tersebut tidak terdampak banjir lagi, maka yang harus dilakukan oleh pihak yayasan membangun tembok di sekeliling yayasan agar air dari sawah tidak masuk. “Untuk pembuatan tembok ini sudah kita komunikasikan. Pihak yayasan juga sudah komunikasi dengan FSPP (forum silaturahmi poondok pesantren) dan kami juga terus koordinasi ke pemerintah daerah,” paparnya.

Selain itu, banjir juga sering terjadi di Perumahan Bumi Ketos Regency (BRC), Desa Ketos, Kecamatan Kibin. Untuk mengatasi banjir tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Serang mendesak pihak pengembang untuk membuat tandon, namun sampai saat ini pihak pengembang belum juga membuat tandonnya. “Tandon belum dibuat, baru besok (hari ini-red) kita ada pertemuan untuk memulai pembuatan tandonnya,” tutur Imron.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, banjir yang terjadi Yayasan Pendidikan Islam Tisatul Mau'idzoh disebabkan posisi yayasan yang rendah dan saluran drainase yang sempit. “Penyebab utamanya karena drainasenya sempit sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar. Makanya, setiap hujan deras terjadi banjir,” kata Nana. (tanjung/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook