100 Penghuni Lapas Diperiksa TBC

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 15:57:10 WIB   |  dibaca: 80 kali
100 Penghuni Lapas Diperiksa TBC

PENCEGAHAN: Sebanyak 100 penghuni Lapas Klas II A Serang diperiksa TBC atau TB paru oleh petugas Dinkes Kota Serang dalam kegiatan screening TB, Rabu (26/2).

SERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 100 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Serang diperiksa TBC atau TB paru oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang dalam kegiatan screening TB, Rabu (26/2). Pemeriksaan dilakukan guna mengetahui apakah ada penghuni lapas yang memiliki penyakit TBC.

Kepala Dinkes Kota Serang M Ikbal mengatakan, pemeriksaan TB paru ini adalah tahap kedua setelah sebelumnya pemeriksaan yang sama dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Serang. Sama seperti di rutan, saat di lapas jumlah yang diperiksa hanya 100 orang. Sementara penghuni lapas sendiri mencapai sekitar 648 orang.
 
Ikbal menyatakan bahwa penanganan penyakit menular, khususnya TB paru, merupakan salah satu penanganan penyakit menular yang masih dalam standar pelayanan minimal kesehatan. Penanganan TB parui merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal pemerintah daerah di tingkat kabupaten/ kota.“Ada 12 standar pelayanan minimal di kabupaten/kota, salah satunya penanganan TBC,” kata Ikbal.

Karena TBC merupakan penyakit yang mudah menular, maka pengendaliannya diupayakan dilakukan sedini mungkin. Semakin dini penyakit ini ditemukan maka akan semakin cepat disembuhkan. Pemeriksaan TB paru dilakukan dengan memeriksa sampel dahak penghuni lapas di laboratorium.“Hasilnya akan keluar dua hari kemudian,” katanya.

Ikbal mengungkapkan, gejala TBC biasanya ditandai dengan penurunan berat badan signifikan, gangguan pernapasan, nafsu makan turun, demam, dan batuk selama tiga minggu. Untuk menguatkan dugaan itu, maka perlu dilakukan pemeriksaan melalui dahak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan, bila kemudian setelah screening TB paru ditemukan ada yang positif TBC, maka Dinkes Kota Serang akan langsung mengobatinya. Karena di lapas ada klinik, maka obat TB paru bisa diambil dari klinik tersebut.“Kalau obat di lapasnya habis kita yang pasok obatnya,” kata Ani. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook