Warga Ancam Portal Jalan Ki Sahal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 15:58:12 WIB   |  dibaca: 100 kali
Warga Ancam Portal Jalan Ki Sahal

BUTUH PERBAIKAN: Anggota DPRD Kota Serang Roni Alfanto meninjau proyek perbaikan Jalan Ki Sahal di Lingkungan Lopang, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Rabu (26/2). Perbaikan ditenggat dua pekan.

SERANG, BANTEN RAYA- Warga Lingkungan Lopang Cilik, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang mengancam akan memportal Jalan Ki Sahal, jika perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang hanya separuh. Kekecewaan warga Lopang Cilik ini karena jalan menghubungkan ke Kelurahan Unyur tersebut sudah rusak selama hampir 15 tahun, dan tak pernah tersentuh perbaikan.

Ketua RW 2 Lingkungan Lopang Cilik Agus Abdurrohman mengatakan, warganya ingin Jalan Ki Sahal segera diperbaiki sehingga dapat dinikmati oleh para pengguna jalan khususnya warga di lingkungannya. Apabila Pemkot Serang tahun ini tak juga memperbaiki jalan Ki Sahal, maka dirinya bersama warganya akan menutup tersebut.

“Kami masyarakat sudah komitmen Pak akan memportal Jalan Ki Sahal ini. Memportal bukan jalan umum tapi jalan warga. Jadi bilamana masyarakat umum mau menikmati Jalan Ki Sahal di RW 2, mereka harus melewati jalur ke Lopang Indah yang sudah dibangun oleh pemerintah,” tegas Agus saat ditemui di lokasi di Lingkungan Lopang Cilik, Rabu (26/2) siang sekitar pukul 12.00.

Oleh karena itu, ia bersama warganya menolak apabila perbaikan jalan hanya dilakukan dari kantor Kelurahan Lopang menuju Lopang Indah. Karena Jalan Ki Sahal merupakan jalan penghubung antara Lopang Indah menuju SMPN 3 Kota Serang hingga ke Polsek Serang.

“Saya lihat tidak urgensi sekali, karena jalan menuju Lopang Indah ini jarang sekali orang yang melintas sini karena sebagai jalan penghubung saja. Makanya Jalan Ki Sahal harus segera dilaksanakan, karena kita tahu Jalan Ki Sahal ini setiap hari kurang lebih 1.000 orang melintasi. Pagi hari itu Pak, belum siang harinya. Karena digunakan oleh warga yang hendak ke sekolah ke SMPN 3 Serang, SDN Lopang Cilik, dan SDN Lopang Baru. Kalau kita jumlah kan itu lebih dari 1.000 orang pengguna Jalan Ki Sahal ini,” ucap dia.

Agus mengungkapkan, selama dirinya berada di Lingkungan RW 2, Jalan Ki Sahal belum tersentuh pembangunan, baik perbaikan jalan maupun pemeliharaannya. Oleh karena itu pihaknya mempertanyakan kepada Pemkot Serang.“Sudah 15 tahun jalan ini belum pernah dibangun. Masyarakat pun mempertanyakan, kenapa masalah Jalan Ki Sahal ini tidak kunjung diperbaiki dan dipelihara, ada apa pemerintah kota ini?

Kami juga sebagai masyarakat sama sebagai wajib pajak. Membayar pajak juga, taat hukum juga. Tapi kami juga punya hak yang sama ingin jalan ini layak untuk semua penikmat jalan bukan kami saja sebagai warga RW 2,” ketusnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Serang yang juga anggota Komisi IV DPRD Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Lurah Lopang Sadeli, dan masyarakat untuk bersama-sama memperbaikinya. Karena untuk perbaikan tersebut tidak bisa dianggaran melalui anggaran APBD murni tahun 2020.

“Sebenarnya sudah pernah diperbaiki, tapi ternyata rusak lagi dan ini ada drainase yang terputus. Kalau ini tidak segera diperbaiki, maka akan terus rusak. Jadi salah satu caranya harus disambungkan. Insya Allah kami akan mengawal bersama, kemudian anggaran juga ini sudah tidak bisa mengguakan APBD murni. Insya Allah nanti perubahan,” ujar Roni.

Ia menuturkan, Pemkot Serang tidak bisa langsung mengerjakan pekerjaan jalan ursak tanpa adanya perencanan. Kemudian rusaknya Jalan Ki Sahal akibat saluran drainase yang terputus. Oleh karena itu jalan air tertutup dan menggenang di area badan jalan, sehingga mengakibatkan jalan mudah rusak.

“Jadi kami kawal bersama untuk penganggaran drainase dan perbaikan jalan ini di APBD perubahan. Nanti kami ajukan, tapi kami juga akan meminta RT/RW untuk membuat proposal, jadi kami tinggal mengawal. Kami akan upayakan ada anggaran perubahan ini untuk perbaikan di Jalan Ki Sahal,” tuturnya.

Sementara masih di lokasi yang sama, Kepala DPUPR Kota Serang M Ridwan menjelaskan, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan jalan dan drainase dalam satu paket. Namun sebagai antisipasi dan kebutuhan warga yang mendesak, Pemkot Serang akan melakukan pemeliharaan di jalan tersebut.“Untuk panjang jalan dari depan Ki Sahal sampai Lopang Indah itu sekitar 700 meter, tapi kami tangani 300 meter dulu, dengan anggaran sekitar Rp 200 juta,” ungkap dia.

Ia menyebutkan, pemeliharaan jalan tersebut ditarget selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya juga saat ini sedang melakukan inventarisasi terhadap jalan poros yang ada di Kota Serang.“Termasuk kondisi dan keberadaannya, baru setelah itu kami akan tingkatkan menjadi SK Walikota Serang, jadi bukan lagi jalan poros. Sehingga nanti tidak ada tumpang tindih dengan Perkim (DPRKP),” jelas dia.

Adapun untuk pemeliharaannya, lanjut Ridwan, pihaknya telah menganggarkan Rp 5 miliar yang dianggarkan melalui APBD murni tahun 2020. “Kalau pemeliharaan kami menganggarkan Rp 5 miliar. Kemudian kami juga berharap anggaran pemeliharaan ini dapat ditingkatkan, karena per satu kilometer idealnya menghabiskan Rp 1 miliar,” terangnya. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook