Kantong Plastik Mulai Dilarang di Lebak

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 16:30:39 WIB   |  dibaca: 117 kali
Kantong Plastik Mulai Dilarang di Lebak

TEKAN SAMPAH : Kepala DLH Lebak Nana Sunjana (tengah) melihat mesin pengolahan plastik yang akan digunakan di Kabupaten Lebak untuk mengurangi plastik, kemarin.

LEBAK, BANTEN RAYA - Pemkab Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten melarang semua toko ritel dan minimarket menyediakan kantong plastik untuk konsumennya.
"Larangan penggunaan kantong plastik mulai diberlakukan per 1 Juni 2020.

Gak ada lagi outlet ritel menyiapkan kantong plastik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Nana Sunjana kepada perwakilan perusahaan Alfamart, Alfamidi, Indomaret, dan Giant yang mengikuti acara Sosialisasi Peraturan Bupati Lebak Nomor 45 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Rabu (26/2).

Nana menjelaskan, secara nasional kantong plastik ini menjadi problem terhadap timbunan sampah lantaran untuk mengurainya membutuhkan waktu minimal 30 tahun."Jadi sampah plastik ini sulit terurai maka dari itu bagaimana kita di daerah berupaya melakukan pengurangan sampah plastik di sumber dan masyarakat. Kita harapkan kerjasamanya untuk mengurangi sampah plastik karena kita membutuhkan lingkungan yang baik. Dalam RPJMD (Rencana pembangunan jangka menengah daerah), di dinas  lingkungan hidup targetnya meningkatkan kualitas lingkungan hidup," katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) DLH Kabupaten Lebak Iwan Sutikno menambahkan, larangan penggunaan kantong plastik tertuang dalam Peraturan Bupati Lebak Nomor 45 tahun 2019 tentang Pengurangan Kantong Plastik. "Pada pasal 5, ayat 1 menyebutkan bahwa pelaku usaha wajib menggunakan kantong alternatif ramah lingkungan dalam rangka mengurangi ketergantungan kepada kantong plastik. Perbup itu mulai berlaku pada tanggal 1 Juni 2020," katanya.

Selanjutnya, Iwan mengatakan, perbup disosialisasikan kepada perusahaan ritel dan juga masyarakat. "Kita kumpulkan pemilik ritel dan memberitahukan agar mereka tidak lagi menyediakan kantong plastik untuk para pembeli. Bagi pelaku usaha (toko modern dan pusat pembelanjaan) yang melanggar maka akan dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, ijin tidak diperpanjang atau pencabutan ijin," katanya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak Vidia Indera menuturkan, Perbup 45 Tahun 2019 disosialisasikan agar masyarakat tidak kaget. "Kami harapkan dari pihak ritel juga turut menyosialisasikan kepada masyarakat. Supaya nanti tidak kaget ketika belanja tidak disediakan kantong plastik," katanya.

Vidia menjelaskan, maksud dan tujuan pengurangan dan penggunaan kantong plastik untuk mengurangi peredaran sampah plastik dari sumber penghasil sampah. Kemudian melindungi wilayah daerah dari pencemaran atau kerusakan lingkungan serta menjaga kelestarian fungsi lingkungan.

"Kami harap ritel modern jadi pelopor, paling tidak kita sudah memulai memaksa konsumen mau menggunakan kantong ramah lingkungan. Kami harap semua ritel tersebar di 28 kecamatan melakukan gerakan ini contoh bagus untuk ritel," katanya.

Kepala Bagian Humas PT Indomarco Primastama Aslan menuturkan, pihaknya mendukung dan akan mematuhi perbup tentang pengurangan sampah plastik. "Sebetulnya kalau Indomaret sudah memulai menghentikan penggunaan kantong plastik di ritel Tangerang. Dan hal sama tentunya akan kami lakukan di Kabupaten Lebak," katanya.

Datangkan Penghancur Plastik
DLH Lebak juga akan mendatangkan dua unit mesin penghancur plastik yang cairan uapnya mampu dijadikan bahan bakar premium, solar dan minyak tanah. Dua unit mesin yang didatangkan dari Blitar, Provinsi Jawa Timur tersebut bernama destilator yang pertama mesin berkapasitas mampu mengolah 10 kilogram plastik, serta mesin berkapasitas 30 kilogram.

“Mudah-mudahan pada Mei ini sudah bisa dibawa ke Lebak, sehingga semua sampah plastik yang dikumpulkan di tempat pembuangan sampah akhir di dengung, Kecamatan Maja, bisa langsung kami oleh,” kata Nana Sunjana. (purnama/hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook