JK : Masjid Bukan Hanya Tempat Salat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 27 Februari 2020 - 16:32:13 WIB   |  dibaca: 122 kali
JK : Masjid Bukan Hanya Tempat Salat

LANtIK DMI : Ketua DMI Jusuf Kalla menyalami pengurus DMI Banten yang baru saja dilantik di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (26/2).

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mendorong agar masjid tidak hanya dijadikan tempat beribadah. Masjid juga memiliki fungsi lainnya sebagai pengembangan ekonomi untuk memakmurkan masyarakat.

“Kita selaku umat muslim harus dapat memakmurkan masjid dan masjid dapat memakmurkan jamaahnya. Sesuai dengan tema yang diusung saat ini, mantapkan akselerasi kemakmuran dan dimakmurkan masjid,” ujar pria yang akrab disapa JK ini dalam pelantikan pengurus DMI Provinsi Banten masa khidmat 2019-2024 di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (26/2).

Mantan Wakil Presiden RI itu menuturkan, masjid sejatinya tidak hanya digunakan untuk beribadah dan juga berdakwah. Menurutnya, masjid juga memiliki fungsi kemasyarakatan dan salah satunya adalah untuk pengembangan ekonomi masyarakat sekitar.

"Masjid punya fungsi bukan hanya tempat salat, bagaimana masjid memakmurkan masyarakat, punya fungsi kemasyarakat mengembangkan ekonomi sekitarnya. Jadi bagaimana menjadikan masjid mampu memakmurkan masyarakatnya,” katanya.  

Untuk menjalankannya, kata dia, masjid bisa juga digunakan sebagai tempat pertemuan dan berdiskusi. Mengajak orang-orang yang ahli dalam bidang pengembangan ekonomi kerakyatan sehingga masyarakat bisa menyerap ilmunya.“Di bidang kesehatan pangggil dokter bicara di masjid, soal pertanian panggil ahli pertanian ke masjid," ungkapnya.

JK yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu mengungkapkan, Banten sudah sangat memiliki modal untuk menjalankan konsep tersebut. Sebab, provinsi paling barat di Pulau Jawa itu memiliki sejumlah masjid bersejarah dan berusia ratusan tahun.

Pada kesempatan itu juga dia membantah, anggapan masjid jadi tempat penyebaran radikalisme. JK menegaskan, selama ini masjid tidak pernah dijadikan tempat perencanaan teror-teror yang berasal dari paham radikalisme.

"Banyak yang mengatakan masjid banyak radikalisme. Saya bilang bedakan radikalisme dan amar ma'ruf nahi mungkar. Khatib itu berbicara amal ma'ruf nahi mungkar, yang merencanakan teror kita lihat beritanya dilakukan di kontrakan, bukan di masjid," tuturnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim memastikan, memakmurkan masjid adalah salah satu perhatiannya. Hal itu selaras dengan visi misi Provinsi Banten sebagai daerah yang berakhlakul karimah."Salah satunya (penerapan akhlakul karimah) dalam membangun keagamaan mendapat penghargaan dari Kementerian Agama. Termasuk pula penghargaan dari KPK untuk pencegahan korupsi," ujarnya.

Selanjutnya banyak program pembangunan keagamaan yang dilakukan pemprov. Seperti misalnya revitalisasi kawasan Kesultanan Banten atau Banten Lama. Kemudian juga setiap tahunnya dianggarkan membangun masjid bagi kampung atau masyarakat yang belum memiliki fasilitas tersebut. "Kita juga ada program 1.000 tahfidz untuk pembinaan imam dan khatib ke desa-desa," pungkasnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook