Kepergok Satu Kamar, Ngaku Mau Nikah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 28 Februari 2020 - 15:09:32 WIB   |  dibaca: 55 kali
Kepergok Satu Kamar, Ngaku Mau Nikah

Pasangan muda-mudi yang ketangkap satu kamar dan tidak bisa menunjukan surat nikah di wilayah Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (27/2).

CILEGON, BANTEN RAYA - Satuan Binmas Polres Cilegon menggelar razia penyakit masyarakat di wilayah Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (27/2) siang. Dalam razia dengan sandi Bina Kesuma tersebut, petugas menemukan satu pasang muda-mudi yang bukan suami istri berduaan di kamar kos.

Pantauan Banten Raya, razia digelar sekitar pukul 13.00 WIB. Razia dimulai di Lingkungan Citangkil, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Belasan anggota Satuan Binmas Polres Cilegon menggeledah satu per satu di kamar kos. Dari puluhan kamar kos yang disambangi, terdapat sepasang muda-mudi berinisial RM dan teman wanitanya, FM sedang berduaan di kamar.

Keduanya terlihat gagap melihat kedatangan petugas Binmas Polres Cilegon. Saat ditanya identitas dan surat nikah, mereka tidak bisa menunjukkannya. Dua sejoli itupun digelandang petugas ke Kantor Lurah Citangkil.

Kepala Satuan Binmas Polres Cilegon AKP Yudi Permana mengatakan, mulai Kamis (27/2), Polres Cilegon mengadakan Operasi Bina Kesuma hingga 20 hari ke depan. Operasi tersebut dilakukan guna menciptakan ketentraman dan ketertiban umum di masyarakat.

“Hari ini (Kemarin -red), hari pertama Operasi Bina Kesuma. Kita lakukan operasi ke kamar-kamar kos di sekitar wilayah Kelurahan Citangkil, mencegah terjadinya penyakit masyarakat,” kata Yudi ditemui di Kantor Lurah Citangkil, kemarin.

Dikatakan Yudi, dari hasil operasi ke puluhan kamara kos di sekitar Kelurahan Citangkil itu ditemukan satu pasangan muda-mudi yang sedang asyik berduaan di kamar kos. Saat diamankan, dari pasangan tersebut juga bau alkohol. Namun, saat digeledah kamarnya tidak ditemukan minuman beralkohol maupun narkoba.

“Sepasang yang bukan suami istri itu kami bawa ke Kantor Kelurahan Citangkil untuk dibina oleh kelurahan. Pasangan itu tidak bisa menunjukan surat nikah. Ngakunya sih, keduanya mau menikah, calon suami istri,” katanya.

Menurut Yudi, RM mengaku berasal dari Jambi, dan sudah empat tahun di Kota Cilegon. Sedangkan perempuan dari data KTP, alamatnya di Citangkil. "Kami kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali," tegasnya.

Yudi menambahkan, operasi tersebut digelar guna mencegah terjadinya transaksi narkoba maupun asusila di kamar kos. “Dalam 20 hari ke depan, kita akan terus melakukan operasi penyakit masyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Lurah Citangkil Feberwanto mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Polres Cilegon yang telah membantu menciptakan situasi aman dan nyaman di wilayah Kelurahan Citangkil. Menurut Feber, FM sudah dua kali didapati berduaan dengan lawan jenis di kamar kos. “Perempuan ini, ini ketangkap yang kedua kalinya. Dulu dengan pria lain, ngakunya temannya, ketangkap Satpol PP. Ini kami minta menandatangani surat pernyataan, kalau memang melanggar lagi, bisa kami larang tinggal di sini,” katanya.

Feberwanto menambahkan, banyaknya bisnis kos-kosan di wilayah Kelurahan Citangkil, menjadi perhatian pihaknya. Secara rutin, Kelurahan Citangkil juga mengadakan operasi yustisi. “Kita berharap tidak ada lagi penyakit masyarakat di wilayah kita. Ini masih mending, kita yang menemui. Coba kalau masyarakat, bisa saja diarak, atau diusir, itu kan lebih berbahaya lagi,” harapnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook