Ratusan Warga Terbebas Jerat Rentenir

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Jumat, 28 Februari 2020 - 15:17:01 WIB   |  dibaca: 44 kali
Ratusan Warga Terbebas Jerat Rentenir

BANTU MASYARAKAT: Tim pendamping LAZ Harfa dan MAI berfoto bersama di depan warung KKM, di Desa Margaluyu, Kecamatan Cileles, Kamis (27/2).

LEBAK, BANTEN RAYA- Lembaga Amil Zakat Harafan Dhuafa (LAZ Harfa) membantu membebaskan ratusan warga Desa Margamulya, Kecamatan Cileles dari jeratan utang kepada rentenir. Selain itu, LAZ Harfa bersama dengan Mandiri Amal Insani (MAI) turut membantu membangun kemandirian warga Desa Margamulya Kecamatan Cileles melalui program pemberdayaan air bersih dan sanitasi layak.

"Ratusan warga Margamulya kini terlepas dari pinjaman-pinjaman rentenir setelah kami melaksanaan pendampingan selama satu tahun. Melalui pencanangan program kelompok keuangan mikro (KKM)," kata Direktur Program dan Kemitraan LAZ Harfa  Mamak Jamaksari kepada Banten Raya, Kamis (27/2).

Mamak menjelaskan, pencanangan KKM dilakukan bersama MAI terhadap lima kelompok masyarakat. Jumlah per satu kelompok antara 20-30 orang. "Dari lima kelompok, dua di antaranya mendapatkan pembiayaan dari subsidi program KKM dan yang 3 kelompok yang melalui swadaya masyarakat. Kini mereka terlepas dari pinjaman utang ke rentenir dengan sistem riba yang semakin mencekik," katanya.

Mamak mengatakan, selama satu tahun lebih (2019) telah mendampingi desa Margamulya melalui penggunaan sebagian dana zakat. Banyak manfaat yang didapatkan langsung oleh masyarakat, terutama mereka mampu mengelola keuangan yang efektif dan efisien.

"Tidak hanya itu, kami juga turut mendorong dan memotivasi warga agar dapat menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menyadari pentingnya kesehatan sanitasi dengan tidak buang air besar (BAB) sembarangan," katanya.

Dalam upaya membebaskan warga dari BAB sembarangan atau dolbon, LAZ Harfa bersama MAI melaksanakan program pemberdayaan desa mandiri berupa pembangunan jamban sebanyak 171 unit tanpa subsidi dengan pemicuan community led total sanitation (CLTS).

Program pemberdayaan ini berkaitan dengan capaian sustainable development goals (SDGs) tahun 2030, baik pada pilar nomor 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta pilar nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik.

"Di desa Margamulya pada tahun 2019 lalu sebanyak 225 warganya masih belum memiliki akses sanitasi permanen dari jumlah penduduk 1.011 KK. Kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat masih sangat rendah, mereka masih BAB sembarangan di kebun atau sungai, sehingga selain program perekonomian dan kesehatan, kebutuhan akan sarana air bersih dan MCK umum pun diperlukan untuk mendukung dua program tersebut," katanya.

Perwakilan MAI Foundation Muhammad Hasimi Al Rasid menuturkan, program desa mandiri ini lebih terfokus kepada sisi kesehatan dan perekonomian. Dimana program yang dijalankan yaitu berupa program kelompok keuangan mikro (KKM), pendekatan CLTS dan pembangunan sarana air bersih di Kampung Cisumur, Kampung Babakan, dan Kampung Cisape.

"Alhamdulillah selama satu tahun kami mendampingi, banyak sekali perubahan yang telah masyarakat rasakan dengan merubah perilaku dan pola hidup agar lebih baik sehingga mereka bisa mandiri dengan potensi dan kekuatannya sendiri,” ujarnya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook