Tangani Masalah Gizi dengan Dapur Gizi

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 28 Februari 2020 - 15:33:11 WIB   |  dibaca: 225 kali
Tangani Masalah Gizi dengan Dapur Gizi

SERANG, BANTEN RAYA- Tingginya angka gizi kurang di Kecamatan Walantaka membuat kelurahan-kelurahan di daerah ini membuat program kerja pembuatan dapur gizi. Dengan dapur gizi, maka orang tua yang memiliki anak dengan gizi kurang atau gizi buruk diedukasi bagaimana memberi makan anak dengan baik dan benar.Untuk wilayah Puskesmas Kalodran ada lima kelurahan yang memiliki program kerja dapur gizi, yaitu  Kelurahan Pager Agung, Teritih, Kalodran, Kepuren, dan Kiara.

Lurah Pager Agung Hamimi mengatakan, ia sudah menganggarkan pembuatan dapur gizi yang akan menangani masalah gizi di wilayahnya. Apalagi, ada satu kasus gizi buruk di kelurahannya itu. Ia berharap dengan adanya dapur gizi masalah gizi di Kelurahan Pager Agung dapat tertangani secara baik. “Dapur umum bukan hanya menangani yang gizi buruk dan kurang tetapi juga yang hamil kurang gizi,” kata Hamimi usai acara Lokakarya Mini Triwulan Lintas Sektoral UPT Puskesmas Kalodran tahun 2020 di Kelurahan Pager Agung, Kecamatan Walantaka, Rabu (26/2).

Hamimi menyatakan, perempuan yang hamil dan kurang mendapatkan gizi akan berpotensi melahirkan anak yang gizi kurang bahkan gizi buruk sejak lahir. Karena itu, para perempuan yang kekurangan gizi juga akan diberi edukasi bagaimana makan makanan bergizi yang sehat dan murah. “Sebetulnya banyak sayuran yang mudah didapat dan murah seperti bayam dan kangkung,” katanya.

Sekretaris Kecamatan Walantaka Sahmin mengungkapkan, secara keseluruhan Kecamatan Walantaka sudah meluncurkan program pembentukan pos gizi di setiap kelurahan dengan menggunakan APBD Kota Serang tahun 2020. Ini adalah langkah strategis dalam mengentaskan masalah gizi di kecamatan tersebut.

Ia sendiri mendukung pertemuan lintas sektoral yang digelar setiap tiga bulan sekali itu. “Saya berharap forum ini dijadikan ajang guna mengevaluasi progran kegiatan di bidang kesehatan, khususnya di wilayah jangkauan Pukesmas Kalodran,” kata Sahmin.

Kepala Puskesmas Kalodran Nyai Manah mengatakan, di daerah yang menjadi kewenangan Puskesmas Kalodran jumlah gizi buruk ada 3, sementara gizi kurang ada 129. Lima kelurahan yang berada di bawah jangkauan Puskesmas Kalodran sudah membuat program dapur gizi sehingga akan mengatasi masalah gizi di daerah ini.“Insya allah dengan adanya program dapur gizi ini gizi buruknya tidak akan bertambah,” kata Nyai Manah. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook