Pasarkan Lagu Lewat Whatsapp, Semua Personil Jadi Manajer

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 28 Februari 2020 - 15:54:22 WIB   |  dibaca: 225 kali
Pasarkan Lagu Lewat Whatsapp, Semua Personil Jadi Manajer

tERUS BERKARYA : Grup band indie Ovint saat konser di sebuah acara di Pandeglang, belum lama ini.

PANDEGLANG - Bagi sebagian besar masyarakat Pandeglang, mungkin tak asing mendengar grup band indie bernama Ovint. Grup musik ini sering memeriahkan panggung konser di wilayah Banten.

Personel grup band Ovint terdiri dari Evan (vokal), Andi (gitar), Budi (bass), dan Firman (drum). Awalnya, mereka bukan grup band. Mereka dulunya menjadi pengiring lagu pada perlombaan bernyanyi. Karena mereka sering bertemu di berbagai acara, akhirnya mereka bersepakat untuk membuat band Ovint pada tahun 2015. Hingga sekarang, band rock ini masih eksis.

Andi, sang gitaris menjelaskan, nama Ovint diambil dari nama Evan (vokalis). Evan dimaksudkan oleh mereka adalah kawan-kawan. Menurut Andi, terbentuknya band Ovint karena mereka ingin tampil beda dari komunitas band di Pandeglang dan Banten pada umumnya.

Setelah band terbentuk, lagu pertama Ovint yang lahir berjudul Say No To Drug. Lagu pertama yang dibuat mendapat respons baik dari masyarakat. Lagu ini dipasarkan melalui grup Whatsapp komunitas band, dan MP3. Tidak hanya di situ, mereka terus membuat lagu-lagu baru. "Lagu sendiri punya tiga single. Lagu-lagunya menceritakan soal kehidupan," kata Andi kepada Banten Raya, Kamis (27/2).

Andi menceritakan, menjadi personel grup band perlu perjuangan ekstra. Banyak suka duka yang dirasakan ketika menjadi personel band. Salah satunya, ketika mendapat jadwal konser sering dibatalkan. "Sukanya, hobi bermusik dapat tersalurkan. Dukanya, ketika mau manggung malah enggak jadi, dicancel (dibatalkan)," celetuknya.

Andi menjelaskan, saat ini Kabupaten Pandeglang masih menjadi lokasi utama memasarkan lagu untuk mencari pundi-pundi rupiah demi kelancaran operasional band. Sayangnya, kadang mereka tidak mendapatkan bayaran. Meski demikian, para personil band ini tetap semangat.

Mereka berkeinginan band Ovint yang dirintis dapat dikenal dan lagunya disukai oleh masyarakat, khususnya anak muda. "Bayaran manggung enggak bisa buat memenuhi kebutuhan hidup, tapi cukuplah buat operasional band," ujarnya.

Untuk berjuang meningkatkan popularitas dan eksistensi band, mereka sering manggung di wilayah Banten hingga Jakarta. Bahkan, mereka berkeinginan dan bermimpi mendapat jadwal konser di luar negeri. "Manggung terjauh di Jakarta, kalo ke luar negeri belum pernah. Insya Allah, dan mudah-mudahan ke depan bisa manggung di luar negeri," harap Andi.

Menurutnya, kekeluargaan menjadi kunci utama band Ovint untuk dapat terus maju. Apalagi manajemen band Ovint langsung dikelola oleh para personil. "Semua personil menjadi manajer. Jadi kita menerapkan sistem kekeluargaan pada band," ujarnya.

Dari perjalanannya, band Ovint hingga saat ini belum pernah mengikutsertakan dalam kegiatan festival maupun audisi. Mereka lebih memilih untuk membesarkan bandnya melalui lagu-lagu baru yang mereka ciptakan. "Belum pernah sih ikut festivalan," kata Andi.

Menurutnya, dibentuknya band indie Ovint berasal dari kata independen yang berarti mandiri dan bebas berkarya. Sebab, mereka harus memproduksi lagu dan memasarkan sendiri. "Sebenarnya potensi band indie di Banten sangat besar jika kita punya kemauan. Dan itu akan kita gali agar kita terus berkembang," terangnya. (YANADI)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook