Lokasi USS Houston Karam Jadi Konservasi Maritim

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 28 Februari 2020 - 15:57:14 WIB   |  dibaca: 203 kali
Lokasi USS Houston Karam Jadi Konservasi Maritim

BAHAS KERJA SAMA: Suasana rapat koordinasi antara Kemenkopolhukam dengan Pemprov Banten terkait usulan lokasi tenggelamnya USS Houston di Selat Sunda menjadi kawasan konservasi maritim di Aula Setda Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (27/2).

SERANG, BANTEN RAYA- Lokasi karamnya USS Houston, kapal perang Amerika Serikat zaman perang dunia kedua, di Selat Sunda diusulkan menjadi kawasan konservasi maritim. Usulan tersebut merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika yang nantinya akan dikelola oleh Pemprov Banten.

Demikian terungkap dalam rapat koordinasi antara Kementerian Koordinasi Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) dengan Pemprov Banten, di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Kamis (27/2).

Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Amerika di Kemenkopolhukam Kolonel Laut Bambang Pramushinto mengatakan, Amerika Serikat sangat menghargai perjuangan para prajuritnya sehingga lokasi karamnya UUS Houston sangat dikenang. Oleh karena itu, pemerintah Amerika Serikat mengusulkan agar lokasi itu menjadi kawasan konservasi maritim.

“Sebetulnya ini kerja sama antara pemerintah Amerika dengan Indonesia. Kerja sama ini banyak kegiatan, salah satunya merespon permohonan pemerintah Amerika Serikat untuk menertapkan lokasi tenggelamnya USS Houeston sebagai kawasan konservasi maritim,” ujarnya.

Ia menjelaskan, usulan itu dilayakan sebagai bentuk perlindungan terhadap kerangka USS Houston yang terbilang masih utuh dari penyelam ilegal. Kondisi kapal saat ini 60 persen dan setiap tahun perwakilan Amerika selalu melakukan ziarah laut. Andai usulan itu dikabulkan maka ada keuntungan tersendiri bagi Indonesia, khususnya Banten selaku pengelola nantinya.

"Keuntungannya bahwa kawasan itu merupakan situs sejarah. Namun manfaat keuntungan lebih besar itu apabila pemerintah AS memberikan kontribusi yang berkelanjutan artinya ada mutual benefit, manfaat bersama," katanya.

Keuntungan lainnya, kawasan itu bisa dijadikan objek wisata. Sebab, pemerintah Amerika Serikat bisa saja membangun kegiatan seremonial di lokasi tersebut untuk mengenal para prajuritnya yang gugur pada masa perang dunia kedua.

"Lalu juga bagaimanapun pertempuran di laut Banten merupakan bagian sejarah perang dunia, jadi tercatat dalam sejarah. Kerja sama juga bisa dilakukan dalam bentuk riset maritim. Memelajari kenapa kapal ini bisa tenggelam dan sebagainya," ungkapnya.

Diakuinya, usulan kawasan konservasi maritim itu bukan hal baru karena sudah ada sejak tujuh tahun lalu. Akan tetapi usulan sempat tertahan karena melibatkan banyak pihak. Selanjutnya juga pemerintah Amerika belum merespons keinginan Pemprov Banten yang menginginkan keuntungan bersama jika usulannya terealisasi."Surat keputusan sudah disiapkan, masalahnya adalah bagaimana pemerintah Amerika merespon proposal dari pemprov Banten yang sampai saat ini belum ada jawaban ke kita. Jadi penandatanganan surat itu masih tertunda menunggu jawaban dari pemerintah Amerika," paparnya.

Sebagai tindaklanjut usulan itu juga, pihaknya berencana melakukan survei langsung ke lokasi USS Houston pada hari ini. “Harus dipastikan juga apakah masih ada bahan berbahayanya atau tidak. Seperti peledak, torpedo dan lainnya,” tuturnya.

Sekda Banten Al Muktabar mendukung lokasi karamnya USS Houston menjadi kawasan konservasi maritim. Lebih jauh pihaknya menyerahkan hal itu kepada pemerintah pusat mengingat hubunagn luar negeri menjadi kewenangannya. “Memberi masukan karena hal yang terkait kerja sama luar negeri buakn kewenangan daerah,” ujarnya. (dewa/rahmat)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook