Rekonstruksi Nambah 10 Reka Adegan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 13 Maret 2020 - 14:14:51 WIB   |  dibaca: 1031 kali
Rekonstruksi Nambah 10 Reka Adegan

TEGA : Rekonstruksi pembacokan di Kampung Pangrango Dukuh, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, di Mapolres Cilegon, Kamis (12/3).

CILEGON, BANTEN RAYA -Polres Cilegon menggelar rekonstruksi pembacokan terhadap tiga korban yang terjadi di Kampung Pangrango Dukuh, Desa Pangarengan, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Senin (17/2).

Pada rekonstruksi tersebut, tujuh tersangka memeragakan 45 adegan pembacokan dan pemukulan. Rekonstruksi digelar di Mapolres Cilegon, Kamis (12/3) siang sekitar pukul 11.00 WIB.
Rekonstruksi yang digelar oleh Tim Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon menghadirkan tujuh tersangka yaitu Nasrudin, Subaedi, Safiudin, Hasuni, M Ikhsan, Iwan Fals alias Wawan, dan Muhamad Mafatikul Kamal.Sementara, untuk korban diperagakan oleh model dari anggota Polres Cilegon. Beberapa saksi juga turut dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.

Para pelaku pembacokan yang mengakibatkan satu warga meninggal dunia memeragakan adegan mulai dari perselisihan di depan PT Sumber Gunung Maju (SGM) hingga terjadinya cekcok dan pembacokan terhadap tiga korban yaitu Khairul Anwar (40), Syafrudin (45), dan Nursidi (35). Pelaku pembacokan memeragakan adegan seperti pemukulan, pembacokan, dan menendang korban sesuai dengan perannya masing-masing.

Terhadap korban Nursidi, beberapa pelaku memukul. menendang, dan pembacokan. Ada yang memukul bagian wajah, dan sempat ditangkis oleh korban. Serta ada juga yang membacok bagian kaki menggunakan sebilah samurai.

Pada adegan pengeroyokan korban meninggal dunia yaitu Khairul Anwar, pelaku melakukan tindakan sadis seperti pemukulan dan pembacokan hingga korban tersungkur. Meski korban sempat berlari, namun pelaku berhasil mengejar hingga terjadinya aksi pembacokan dan pemukulan yang mengakibatkan korban terluka dan akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.

Terhadap korban ketiga yaitu Syafrudin para pelaku juga melakukan pemukulan dan upaya pembacokan hingga korban terjatuh. Di akhir rekonstruksi, setelah melakukan pembacokan dan pemukulan, para pelaku kabur dengan menggunakan sebuah mobil.

Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Zamrul Aini mengatakan, rekonstruksi merupakan bagian untuk melengkapi berkas perkara yang akan dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Ada 45 adegan yang diperagakan oleh pelaku. “Secara detil diperankan oleh tersangka, 45 adegan mulai dari awal sampai perbuatan selesai agar tidak ada keraguan bagi jaksa,” kata Zamrul.

Rekonstruksi tersebut juga menghadirkan pihak Kejari Cilegon. Peralatan yang digunakan untuk melukai korban seperti golok, samurai, sepeda motor, mobil, dan sebagainya. “Saksi-saksi, pelaku, dihadirkan. Korban dipergakan oleh anggota kami, karena kan memang ada yang meninggal korbannya,” ujarnya.

Zamrul menjelaskan, rekonstruksi dilakukan di Mapolres Cilegon dengan pertimbangan alasan keamanan. Tujuh tersangka sudah lengkap dan tidak akan ada penambahan tersangka lagi. “Alat bukti sudah lengkap tinggal kita kirim ke Kejaksaan. Untuk tempat dan lokasi untuk faktor keamanan, di sini (Polres Cilegon -red) aman. Tidak harus sesuai TKP (Tempat Kejadian Perkara) awal, tapi rangkaiannya yang penting,” paparnya.

Ia menambahkan, tujuh tersangka dikenakan pasal yang berbeda yaitu 340 KUHP, 338 KUHP, dan 170 KUHP. “Itu tiap-tiap tersangka pasalnya berbeda, sesuai perannya masing-masing. Tersangka NS (Nasurdin -red) mungkin paling berat,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polres Cilegon Iptu Khoirul Anam mengatakan, awalnya ada 35 adegan, tetapi saat rekonstruksi ada 45 adegan. “Ada yang tadinya bacok tiga tali ternyata empat kali. Masing-masing pelaku memerankan adegan masing-masing. Tujuh tersangka, saksi ada sekitar 7 juga ada saksi pengganti karena faktor keamanan. Pihak keluarga korban juga hadir mengawal rekonstruksi,” imbuhnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook